Senin, Agustus 8, 2022

12 Tips untuk Menjaga Elastisitas Kulit Anda

Memiliki kulit elastis adalah impian setiap orang. Sayangnya, seiring bertambahnya usia, elastisitas kulit menjadi berkurang, terutama jika sudah masa menopause. Tanda penuaan seperti kulit kendur dan keriput pun semakin terlihat. Bagaimana tips menjaga elastisitas kulit normal?

Pengertian Elastisitas Kulit

Photo by Unsplash

Kulit elastis adalah kemampuan elastisitas kulit normal yang mampu meregang lalu kembali lagi ke bentuk semula. Kulit yang sudah mengalami kehilangan elastisitas disebut dengan istilah elastosis. Biasanya ditandai dengan kulit yang terlihat berkerut, kendur, dan kasar.

Ciri-ciri lain elastosis dari kulit elastis adalah saat Anda mencoba meregangkan kelopak mata, namun ternyata kulit tidak mengencang kembali. Elastisitas kulit normal umumnya akan mulai menurun setelah usia 25 tahun. 

Hal ini mengingat kadar protein struktural seperti elastin, kolagen, dan glikosaminoglikan juga menurun.

Seiring bertambahnya usia, kulit elastis adalah salah satu tantangan karena akan menghasilkan jumlah kolagen baru dalam jumlah yang semakin menurun. Sebaliknya, tingkat kerusakan malah justru semakin meningkat dan memburuk saat usia bertambah, termasuk saat sudah tiba masanya bagi perempuan menopause.

Banyak faktor yang menyebabkan elastisitas kulit normal berkurang. Mulai dari faktor usia karena kolagen di dalam kulit sudah berkurang serta faktor eksternal lainnya. Contohnya seperti paparan sinar matahari yang membuat kulit menjadi terlihat lebih gelap daripada bagian wajah yang tidak terpapar.

Nutrisi untuk Menjaga Elastisitas Kulit

Ketika usia sudah memasuki masa menopause, biasanya akan terlihat tanda penuaan seperti keriput dan kulit kendur. Namun, hal tersebut bukan halangan bagi Anda untuk tetap menjaga dan merawat kulit. Berikut ini beberapa cara efektif untuk meningkatkan elastisitas kulit normal, di antaranya:

1. Kolagen

Cara menambah kolagen kulit wajah agar kulit elastis adalah dengan mengonsumsi suplemen yang memiliki kandungan tersebut. Kolagen merupakan nutrisi berupa protein yang mana tubuh dapat menyerapnya untuk dikirimkan ke kulit melalui darah.

Nutrisi tersebut dapat membantu untuk mengembalikan kekencangan dan elastisitas kulit normal jika Anda mengonsumsinya secara rutin. Kandungan kolagen juga bisa didapatkan melalui konsumsi beberapa jenis ikan.

2. Asam Hialuronat

Zat alami satu ini terdapat pada jaringan ikat kulit. Fungsi utamanya adalah untuk menjaga agar kulit dalam keadaan lembap. Kandungan asam hialuronat ini bisa menghilang jika terlalu sering terpapar sinar matahari serta karena faktor usia.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kandungan nutrisi apa saja yang terdapat pada skincare atau produk kecantikan yang Anda gunakan. Jika usia sudah semakin bertambah dan mendekati usia menopause, maka produk yang mengandung asam hialuronat sangatlah bermanfaat.

3. Retinoid dan Retinol

Kandungan retinol termasuk salah satu yang sangat recommended untuk membantu mengembalikan elastisitas kulit normal. Karena di dalamnya terdapat kandungan vitamin A yang tinggi. Anda bisa mendapatkan produk kecantikan ini baik dalam bentuk krim wajah maupun serum mata.

Jika retinol topikal mendapatkan kombinasi vitamin C, maka akan sangat efektif untuk mengembalikan kekencangan kulit. Namun, perlu Anda ketahui bahwa retinol tidak sekuat seperti retinoid. Kandungan retinoid sendiri biasanya dokter yang memberikan resep secara langsung.

Fungsi utamanya adalah untuk membantu meningkatkan produksi kolagen karena kandungan retin-A dan tretinoin. Selain itu, dalam kandungan zat ini juga terbukti efektif untuk mengurangi serta membalikkan efek dari tanda-tanda penuaan kulit.

4. Vitamin B3

Nutrisi selanjutnya yang juga sangat bagus agar kulit elastis adalah vitamin B3. Karena kandungan ini hadir sebagai asam nikotinat atau niacinamide yang sangat efektif. Vitamin B3 menjadi bahan yang efektif untuk meningkatkan produksi fibroblast dan mengurangi kerusakan kolagen.

5. Vitamin C

Nutrisi ini memiliki fungsi untuk membantu merangsang sintesis kolagen serta mencegah proliferasi enzim. Topikal satu ini termasuk yang paling efektif untuk membantu memproduksi kolagen. Terutama jika Anda menggunakannya secara rutin setiap hari.

6. Sel Tanaman

Kandungan alami pada sel batang nabati seperti ekstrak daun teh putih dan daun raspberry juga dapat membantu menjaga elastisitas kulit normal. Bahan-bahan tersebut berfungsi sebagai pelindung kulit sehingga sel-sel di dalamnya dapat beregenerasi dengan mudah dan sehat tanpa terpengaruh paparan sinar UV.

Cara Menjaga Elastisitas Kulit Secara Alami

Photo by Unsplash

Menjaga agar kulit elastis sangat penting untuk dilakukan sejak remaja karena akan sangat berpengaruh saat usia semakin bertambah. Jika khawatir dengan efek samping bahan kimia, maka Anda bisa merawat kulit dengan cara alami. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan, diantaranya:

1. Eksfoliasi

Mekanisme alami normal pada kulit elastis adalah bisa melakukan pergantian sel semakin menurun seiring bertambahnya usia. Eksfoliasi secara teratur dapat membantu pengelupasan kulit. Tidak hanya sel-sel kulit mati saja yang terangkat dari permukaan kulit, namun juga dapat membuat kulit lebih cerah.

2. Mengonsumsi Suplemen Kolagen

Kolagen untuk wajah memiliki peran penting karena dapat meningkatkan elastisitas kulit normal dan mencegah tanda-tanda penuaan dini. Anda bisa mendapatkan kolagen baik dari sumber hewani seperti kolagen sapi maupun tanaman.

Kolagen sendiri merupakan protein berserat yang terdapat pada kulit dan berfungsi untuk menjaga elastisitas agar tetap utuh. Salah satu sumber makanan yang mengandung kolagen agar kulit elastis adalah gelatin meskipun kemampuannya mengembalikan elastisitas belum cukup terbukti.

3. Hindari Stres

Jika Anda ingin kulit tetap elastis dan cerah, maka hindari stres. Tingkat stres secara psikis dapat mempengaruhi kondisi kulit. Hal ini bisa terjadi karena kortisol atau hormon stress terbukti dapat memecah kolagen pada kulit.

Alhasil, semakin tinggi tingkat stres, maka kortisol pun akan semakin banyak. Pada akhirnya dapat membuat kemampuan kulit untuk membangun elastisitas melalui kolagen menjadi berkurang.

Perlu Anda ketahui bahwa stres sifatnya relatif. Bahkan meskipun diri merasa baik-baik saja, belum tentu tubuh tidak merasakan stress. Karena stres bisa terjadi karena faktor emosional ke fisiologis yang juga berhubungan dengan tingkat ketidakstabilan gula darah.

4. Olahraga Rutin

Salah satu cara untuk mengurangi peradangan pada tubuh agar kulit elastis adalah dengan melakukan olahraga secara rutin. Menurut penelitian, rutin berolahraga dapat membuat kulit menjadi terlihat lebih muda. Bahkan disinyalir dapat membalikkan penuaan pada kulit.

5. Menggunakan Produk yang Mengandung Retinoid dan Retinol

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa retinoid dan retinol yang merupakan turunan dari vitamin A memiliki peran penting untuk anti-aging. Biasanya bahan ini tersedia baik dalam bentuk krim maupun serum.

Manfaat utama dari kandungan ini adalah untuk meningkatkan elastin kulit dan kadar kolagen. Selain itu, pergantian sel kulit mati juga dapat terbantu dengan menggunakan produk yang memiliki dua kandungan ini.

6. Mengonsumsi Suplemen dan Vitamin

Perawatan eksternal di luar kulit memang membantu untuk meningkatkan kesehatan kulit. Namun, hasil yang akan diperoleh pun tidak bisa untuk jangka panjang jika Anda tidak mengimbanginya dengan konsumsi vitamin.

Beberapa jenis vitamin yang efektif untuk membantu meningkatkan elastisitas kulit normal adalah vitamin A, C, dan E. Kandungan nutrisi tersebut bisa Anda dapatkan baik melalui makanan maupun suplemen.

Selain dengan mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung vitamin di atas, ada kandungan lain yang tidak kalah penting. Contohnya seperti zinc, kolagen, peptide, dan coenzyme Q10.

Seiring bertambah usia, kemampuan tubuh membuat nutrisi tersebut menjadi berkurang, sehingga Anda bisa mengkonsumsi dalam bentuk suplemen. 

7. Mengonsumsi Makanan Sehat

Makan-makanan yang sehat seperti sayuran hijau, brokoli, buah jeruk, ikan berlemak, kenari, dan almond efektif untuk mengisi kembali elastin. Hal ini bisa terjadi karena makanan tersebut dapat bekerja dari dalam untuk membuat kulit jadi lebih sehat.

Kandungan lain yang juga tidak kalah penting untuk sebaiknya Anda konsumsi adalah makanan yang kaya akan antioksidan. Contohnya seperti buah beri dan teh hijau.

8. Mengonsumsi Flavanol Kakao

Coklat hitam merupakan salah satu jenis makanan yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi karena memiliki banyak manfaat. Cocoa flavanols atau yang biasa orang-orang mengenalnya sebagai coklat hitam mengandung senyawa yang dapat meningkatkan elastisitas kulit normal.

Sehingga kerutan dan tanda penuaan terutama pada kulit wajah pun bisa Anda atasi secara alami. Sayangnya, tidak semua jenis coklat memiliki kandungan flavonoid yang tinggi. Kandungan yang biasanya terdapat pada biji coklat ini idealnya harus tersedia sebanyak 320 miligram.

9. Berhenti Merokok

Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang sudah seharusnya untuk ditinggalkan. Selain memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan, merokok juga dapat menyebabkan elastisitas kulit menjadi lebih sedikit daripada mereka yang tidak merokok.

Hal ini bisa terjadi karena ketika merokok, maka pembuluh darah akan menjadi semakin sempit. Alhasil aliran darah pun menjadi turun dan kemampuan oksigen serta nutrisi lainnya untuk mencapai kulit menjadi lebih terbatas.

Selain itu, di dalam rokok juga terdapat racun yang dapat merusak kolagen dan serat elastin yang bagus untuk kesehatan kulit. Oleh karena itu, berhenti merokok menjadi salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kerusakan pada kulit secara terus-menerus.

10. Membatasi Paparan Sinar Matahari

Bagi yang bekerja di bawah terik sinar matahari, tentu akan cukup kesulitan untuk membatasi paparan sinar UV. Padahal kulit yang terpapar sinar UV secara berlebihan akan berpengaruh terhadap berkurangnya elastisitas kulit yang akhirnya mengakibatkan penuaan dini.

Namun, Anda tak perlu khawatir meskipun harus bekerja di lapangan. Karena saat ini sudah banyak tersedia tabir surya atau sunscreen yang diformulasikan secara khusus. Menggunakan tabir surya secara rutin dapat memperbaiki elastisitas dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Cara Menjaga Elastisitas Kulit Secara Medis

Selain dengan cara alami seperti yang sudah disebutkan di atas, Anda juga dapat mengencangkan kulit kembali dengan bantuan medis. Biasanya ada dokter khusus yang akan membantu proses terapi. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda pilih, di antaranya:

1. Perawatan Laser

Terapi laser artinya melakukan perawatan kulit untuk mengatasi berbagai masalah dermatologis dengan menggunakan bantuan cahaya. Kombinasi NAFL atau laser fraksional non-ablatif dengan IPL atau Intense Pulsed Light mampu membantu mengembalikan kekencangan kulit.

2. Chemical Peeling

Cara ini merupakan teknik untuk membantu pengelupasan sel kulit mati dengan menggunakan bahan kimia seperti lactic acid dan glycolic acid. Sel kulit baru akan menggantikan sel kulit mati yang telah terangkat sehingga kulit menjadi tampak lebih sehat dan halus.

Selain itu, teknik chemical peeling ini juga terbilang efektif untuk meningkatkan produksi kolagen dan melawan photoaging. Sehingga elastisitas dan kekencangan kulit pun tetap terjaga. Pada dasarnya, perawatan atau tips untuk menjaga elastisitas kulit normal bisa Anda lakukan sesuai kondisi kulit masing-masing. Kondisikan dengan dokter ahli untuk setiap jenis perawatan yang memang Anda perlukan. Salah satu yang direkomendasikan adalah produk dari QNET.

Baca selengkapnya : Tips Merawat Kulit Wajah Pria

Berita terkini
spot_img
Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini