Selasa, November 29, 2022

Strategi Membangun Kepercayaan Diri dan Kepercayaan Konsumen

Rasa percaya diri sangatlah penting untuk setiap perusahaan miliki agar timbul kepercayaan di mata konsumen sehingga kredibilitas pun meningkat. Kepercayaan diri dalam diri karyawan dan semua yang terlibat di perusahaan akan mempengaruhi tingkat trust dari konsumen. Bagaimana cara membangun kepercayaan diri tersebut?

Pentingnya Kepercayaan Konsumen

Photo by Cherrydeck on Unsplash

Ada sebuah kalimat bijak yang Eric Ries tulis dalam bukunya Lean Startup bahwa “New customers come from the actions of past customers.” Itu artinya pengaruh testimoni dan review dari pelanggan sebelumnya akan sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan pelanggan baru.

Terlebih lagi saat ini perubahan tren di era persaingan bisnis semakin terbentuk. Media sosial dan internet memiliki andil yang besar dalam cara membangun kepercayaan konsumen. Calon pelanggan biasanya akan melihat terlebih dahulu testimoni dari pelanggan lainnya dan sangat berhati-hati sebelum membeli barang.

Mereka akan melakukan riset baik melalui kolom komentar di media sosial, review di blog dan YouTube, hingga mengecek website perusahaan secara langsung. Hal tersebut membuktikan bahwa pengalaman dan review pelanggan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perusahaan di masa depan.

Jika produk dari suatu perusahaan memiliki review negative, maka hal tersebut akan lebih cepat menyebar sehingga pelanggan baru enggan untuk membeli. Namun, untuk mengikuti cara membangun kepercayaan pelanggan tentu bukan hal yang mudah. Butuh proses yang panjang hingga akhirnya customer bisa trust dengan produk dan bisnis Anda.

Strategi Membangun Rasa Percaya Diri Karyawan

Bisnis dan perusahaan dapat berjalan dengan baik tentu tidak terlepas dari peran pemilik bisnis dan karyawan yang terlibat di dalamnya. Membangun rasa percaya diri karyawan sangatlah penting agar mereka bisa melayani konsumen secara maksimal. Berikut ini beberapa tips untuk membangun rasa percaya diri karyawan, di antaranya:

1. Membantu Karyawan Menyiapkan Diri

Tidak semua orang memiliki kepercayaan diri yang bagus, sebagian orang ada yang merasa minder. Pengertian minder adalah perasaan yang muncul saat tidak yakin akan kemampuan diri sendiri sehingga merasa tidak layak untuk diperhitungkan orang lain.

Rasa minder seperti ini bisa menghambat diri untuk berkembang. Itulah mengapa perusahaan perlu ikut membantu sebagai cara membangun kepercayaan diri mereka(Karyawan). Salah satu caranya bisa dengan mendelegasikan tugas yang menuntut mereka untuk berhadapan dengan orang lain.

Ketika seorang karyawan mendapatkan kepercayaan untuk melakukan sesuatu, maka mereka pun akan melakukannya dengan penuh tanggung jawab. Meskipun awalnya terpaksa, namun lama-lama mereka akan terbiasa untuk tampil lebih percaya diri.

2. Menghargai Karyawan

Sebagian karyawan ada yang merasa minder karena merasa tidak dianggap. Hal yang lumrah ketika atasan cenderung lebih banyak memuji dan memberikan tugas kepada karyawan yang pintar. Padahal karyawan lainnya sebenarnya juga memiliki potensi, namun karena insecure, kemampuan yang mereka punya jadi tidak muncul.

Bangun kedekatan dengan karyawan secara personal tidak hanya untuk urusan pekerjaan. Ajak mereka ngobrol dan bercerita apa keluhan serta kendala selama bekerja. Ketika mendapat pendekatan secara personal, biasanya karyawan akan lebih terbuka untuk menceritakan semuanya.

Perlakukan karyawan dan hargai mereka dengan baik secara merata untuk semua level dan bagian. Karena semua manusia pada dasarnya sama dan mereka juga layak untuk mendongkrak kepercayaan diri yang mungkin selama ini masih terpendam.

3. Belajar Dari Kesalahan

Setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan dan itu adalah hal wajar apalagi jika seseorang tersebut sedang belajar. Namun, jika kesalahan tersebut terjadi berulang-ulang, maka sudah saatnya untuk member arahan dan bantuan kepada karyawan.

Namun, perlu dipahami bahwa satu kesalahan kecil saja kadang membuat orang tidak percaya diri dan insecure. Sehingga karyawan butuh bantuan dari atasan untuk mengembalikan mental yang down.

Bangun rasa percaya diri dan motivasi mereka kembali bahwa kesalahan adalah proses untuk meraih sukses. Tidak ada salahnya untuk memberi hukuman agar mereka jera, namun jangan sampai sanksi yang diberikan membuat karyawan semakin hilang percaya diri.

4. Memberikan Tugas dengan Detail dan Lengkap

Karyawan yang mungkin selama ini kurang terlihat menonjol, bisa Anda bantu untuk meningkatkan potensinya dengan mendelegasikan tugas. Berikan tugas secara lengkap dan detail dengan target yang jelas sehingga mereka pun akan menjalankan tugas tersebut dengan sebaik mungkin.

Tugas yang diberikan secara detail dan lengkap oleh atasan akan membantu karyawan merasa lebih percaya diri saat mengerjakannya. Karena mereka tahu apa yang harus dilakukan, bagian apa saja yang harus dihubungi, serta kapan harus mencapai target.

Selain itu, delegasikan tugas secara perlahan dan biarkan karyawan menyelesaikan tugasnya tanpa bimbingan atasan terlebih dahulu. Ketika mereka diberi kepercayaan penuh, maka tanggung jawab pekerjaan pun akan karyawan kerjakan dengan sebaik mungkin. Alhasil rasa percaya diri pun akan muncul.

5. Memberikan Feedback Secara Teratur

Memberikan feedback kepada karyawan sebagai bentuk evaluasi tentu sangat penting untuk pimpinan lakukan secara teratur. Pastikan untuk menjelaskan semuanya secara detail terkait apa saja yang karyawan lakukan. Beri pemahaman kepada mereka hal-hal apa saja yang perlu karyawan tingkatkan dan perbaiki.

Jika karyawan berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, maka jangan lupa untuk memberi pujian. Mereka yang mendapatkan apresiasi biasanya akan lebih termotivasi dan semangat lagi dalam bekerja.

6. Menyiapkan Mentor

Meningkatkan rasa percaya diri karyawan juga bisa melalui mentor yang menjadi leader dari segala aktivitas. Karyawan bisa lebih termotivasi ketika melihat mentor mereka melakukan pekerjaan dengan baik. Pastikan agar mereka bisa belajar dari mentor dan bukan malah menjadi bayangannya.

7. Fokus Pada Kelebihan Karyawan

Setiap orang tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagai seorang pemimpin tentu penting untuk mengetahui apa saja kelebihan setiap bawahan. Sehingga Anda pun bisa lebih mudah dalam mendelegasikan tugas sesuai kemampuan mereka.

Meskipun belum terlihat menonjol, namun ketika karyawan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya, mereka akan bekerja dengan sebaik mungkin. Dari langkah dan cara membangun kepercayaan ini maka rasa percaya diri pun akan terbangun dengan lebih kuat lagi.

Strategi dan Cara Membangun Kepercayaan Konsumen

Photo by Sebastian Herrmann on Unsplash

Kepercayaan pelanggan menjadi salah satu kunci utama dari keberhasilan sebuah bisnis. Konsumen harus percaya bahwa produk yang dibeli dari suatu toko atau perusahaan bisa memberikan manfaat untuknya. Berikut ini beberapa strategi yang bisa Anda lakukan sebagai cara membangun kepercayaan konsumen, di antaranya:

1. Membangun Komunikasi

Hubungan antara pelanggan dengan pebisnis dapat terjalin dengan baik jika komunikasi di antara kedua belah pihak berjalan lancar. Berbicaralah dengan ramah kepada pelanggan dan tanyakan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Tunjukkan bahwa produk Anda bisa menjadi solusi atas permasalahan yang pelanggan hadapi.

Begitupun dengan karyawan, sebagai pemilik bisnis Anda harus mengajari mereka untuk berkomunikasi secara efektif. Kembangkan keterampilan karyawan khususnya yang memegang peran customer service melalui pelatihan. Konsumen akan lebih senang jika mendapat tanggapan dan respon yang cepat dari toko tempat belanja.

2. Menjaga Kualitas Produk

Konsumen mengeluarkan uang agar bisa mendapatkan produk barang atau jasa yang mereka inginkan. Harapan dan ekspektasi konsumen tentu akan lebih tinggi jika barang yang mereka beli harganya lebih pricey. Tugas pemilik bisnis adalah menjaga kualitas produk hingga melebihi ekspektasi pelanggan.

Jika konsumen merasa senang dan puas atas pelayanan dan kualitas produk yang Anda tawarkan, maka akan mudah timbul trust atau kepercayaan konsumen. Sehingga mereka akan berlangganan dan menggunakan produk Anda secara terus-menerus.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meyakinkan pelanggan seperti memberikan packaging yang bagus serta proses pengantaran yang lebih cepat. Berikan pelayanan maksimal dengan menyediakan konsultasi secara gratis dan ramah. Tentu pelanggan akan senang jika mendapatkan banyak tambahan layanan.

3. Menerima Kritik dan Saran

Sebagai pemilik bisnis, jangan merasa produk dan pelayanan yang sudah Anda berikan sempurna dan tidak ada cacat sama sekali. Tetaplah terbuka terhadap kritik dan saran yang pelanggan berikan. Opini dan saran dari mereka bisa menjadi cara untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.

Anda bisa menyediakan kotak saran di tempat berjualan atau media sosial. Lakukan survey singkat baik secara offline maupun online melalui questionnaire agar tahu apa kebutuhan dan keluhan konsumen selama ini.

Kritik dan saran dari pelanggan akan menjadi bahan evaluasi dan berbenah agar bisa memberikan produk dan pelayanan yang lebih baik lagi. Karena tak bisa dipungkiri bahwa konsumen juga memiliki peran penting dalam memberikan solusi atas permasalahan pebisnis.

4. Menjalin Komunikasi Dua Arah

Komunikasi dua arah sering disebut juga dengan istilah komunikasi interpersonal. Dalam hal ini karyawan atau pemilik bisnis harus mampu menjalin komunikasi yang baik secara interaktif terhadap pelanggan. Interpersonal adalah salah satu social skill yang harus dimiliki demi upaya dan cara membangun kepercayaan kedua belah pihak.

Menjalin komunikasi dua arah kini lebih mudah dengan adanya teknologi. Anda bahkan dapat memulai percakapan dengan lebih percaya diri melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat. Komunikasi dua arah sangatlah penting karena dapat menumbuhkan hubungan yang baik di antara konsumen dan pebisnis.

Pada umumnya konsumen akan lebih transparan dan terbuka dengan kekurangan produk jika ada yang tidak mereka sukai. Jika Anda mampu memanfaatkan komunikasi interaktif dengan konsumen, maka bukan tidak mungkin bisnis akan berkembang lebih cepat di antara pesaing lainnya.

5. Menunjukkan Apresiasi atau Penghargaan

Untuk menjaga loyalitas pelanggan, Anda bisa memberikan apresiasi atau reward kepada pelanggan tertentu. Contohnya dengan membuat harga khusus customer setia dan reseller, diskon untuk pelanggan loyal, dan lain sebagainya.

Dengan program tersebut maka pelanggan pun akan terpacu dan lebih bersemangat lagi untuk berbelanja di tempat Anda. Bisa juga dengan memberikan hadiah tertentu dalam bentuk barang atau uang tunai untuk minimal pembelian yang telah ditetapkan.

Hadiah dalam bentuk barang bisa berupa pulpen, buku, notes, kaos, topi, merchandise, dan lain sebagainya. Meskipun hadiah yang diberikan sederhana dan nilainya kecil, namun sangat efektif sebagai cara membangun kepercayaan pelanggan. Langkah ini juga sebagai bentuk terima kasih atas kesetiaan konsumen.

Cara membangun kepercayaan baik dalam diri karyawan akan sangat berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen. Bagaimanapun juga konsumen adalah raja yang harus mendapatkan pelayanan dengan baik. Ketika karyawan dan pemilik bisnis percaya diri, maka trust di mata pelanggan pun akan semakin kuat.

Baca juga: 10 Tanda Anda Ditakdirkan Menjadi Pemimpin Bisnis

Berita terkini
spot_img
Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini