Manfaat Glutathione Bagi Kesehatan Tubuh - QNET

Kata ‘antioksidan’ tentunya tidak asing lagi di telinga kita. Senyawa ini adalah penangkal radikal bebas yang paling ampuh. Antioksidan memegang peran penting dalam menjaga performa organ tubuh.

Karena manfaatnya yang sangat besar, tidak heran saat ini muncul beragam inovasi produk kesehatan yang menjadikan antioksidan sebagai ‘kekuatan’ utamanya. Lantas, bagaimana cara memenuhi antioksidan dalam tubuh dan apa saja manfaatnya?

Dalam artikel ini, kami akan memberikan Anda gambaran tentang apa itu antioksidan, jenis antioksidan yang paling bermanfaat, serta cara menjaga asupan antioksidan.

Salah Kaprah tentang Radikal Bebas

Untuk lebih memahami tentang antioksidan, kita harus memahami tentang radikal bebas terlebih dahulu.

Radikal bebas sering disebut sebagai ‘dalang’ munculnya kanker serta berbagai penyakit kronis lainnya. Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun perlu diluruskan.

Radikal bebas merupakan proses biologis yang terjadi pada setiap orang, yaitu munculnya reaksi oksidasi pada organ tubuh. Ini artinya, radikal bebas merupakan proses yang tidak terhindarkan.

Selain itu, polusi di udara, air, obat-obatan dan makanan yang kita konsumsi juga bisa menimbulkan radikal bebas.

Dalam jumlah kecil, radikal bebas tidak berbahaya. Namun sebaliknya, meningkatnya kadar radikal bebas akan memicu timbulnya ‘stres oksidatif’. Stres oksidatif inilah yang menjadi biang berbagai penyakit kronis.

Penyebab Radikal Bebas

Pada zaman modern seperti sekarang ini, banyak sekali hal-hal yang menimbulkan radikal bebas, dan nyaris mustahil untuk menghindarinya. Maka dari itu, penting untuk mengetahui sumber-sumber radikal bebas agar Anda bisa meminimalisir terjadinya stres oksidatif.

Berikut adalah hal-hal yang bisa menimbulkan radikal bebas:

  • Polusi udara
  • Asap rokok
  • Konsumsi alkohol
  • Zat beracun seperti hormon buatan dan pestisida
  • Kadar gula darah yang terlalu tinggi
  • Konsumsi lemak jenuh
  • Radiasi, serta terlalu banyak terpapar sinar matahari
  • Infeksi jamur, virus dan bakteri
  • Olahraga terlalu berat
  • Konsumsi terlalu banyak zat besi, magnesium, tembaga dan zinc

Antioksidan, Senyawa Penangkal Radikal Bebas

Antioksidan, Senyawa Penangkal Radikal Bebas - QNET

Antioksidan merupakan sifat dari senyawa yang bisa menangkal radikal bebas dan menghindari timbulnya stres oksidatif.

Tubuh Anda memproduksi beberapa jenis antioksidan secara alami.

Meski begitu, produksi antioksidan dalam tubuh mengalami penurunan setelah usia 20 tahun. Faktor polusi pada lingkungan sekitar dan pola hidup yang tidak sehat juga bisa menghambat proses penyerapan antioksidan.

Maka dari itu, mengandalkan antioksidan yang diproduksi oleh tubuh belumlah cukup.

Jenis Antioksidan

Hasil penelitian sampai saat ini menunjukkan bahwa terdapat ratusan, bahkan mungkin ribuan, senyawa yang bisa berfungsi sebagai antioksidan.

Setiap antioksidan memiliki peran masing-masing yang tidak bisa tergantikan. Maka dari itu, sangat penting untuk memiliki asupan makanan yang bervariasi.

Berikut beberapa contoh antioksidan yang ada dalam asupan makanan sehari-hari:

● Vitamin A

● Vitamin C

● Beta-karotin

Lycopene

Selenium

Flavanoid

Glutathione

Dari beberapa antioksidan tersebut, tahukah Anda bahwa Glutathione merupakan antioksidan yang paling kuat dan memiliki julukan sebagai Antioxidant Master?

Antioksidan ini memiliki beragam manfaat dan keunikan yang tidak ada saingannya.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut, baca penjelasannya di bawah ini.

Glutathione, Antioksidan Ajaib yang Bisa Hidup Lagi

Perhatikanlah produk kesehatan dan kecantikan yang ada di pasaran. Anda akan menemukan banyak sekali merk yang menyebut glutathione sebagai bahan utamanya.

Tidak heran, karena manfaatnya yang berlimpah, glutathione menyabet julukan sebagai master-antioxidant, master immune, dan master detoxifier.

Salah satu kekuatan glutathione yang tidak ada pada jenis antioksidan lain adalah kemampuannya untuk melakukan regenerasi.

Artinya, glutathione memiliki kemampuan untuk mengubah antioksidan yang sudah terpakai agar bisa terpakai kembali.

Dengan kemampuan ini, tubuh kita mampu menyerap manfaat dari glutathione dengan lebih lama dan lebih efektif, sehingga bisa meningkatkan kesehatan tubuh dan menekan proses stres oksidatif.

Peran Glutathione untuk Tubuh

Selain untuk menangkal radikal bebas, glutathione juga memiliki beragam manfaat lain yang tidak kalah hebatnya.

1. Memperlambat Munculnya Rambut Putih/Uban

Dalam kondisi stress, tubuh manusia memproduksi hidrogen peroksida yang bisa mengakibatkan munculnya rambut putih/uban. Glutathione berfungsi menghilangkan zat tersebut agar bisa memperlambat proses munculnya rambut putih/uban.

2. Mencegah Jerawat, Flek Hitam dan Penuaan

Glutathione bisa mengurangi dampak buruk stres oksidatif dengan cara menetralkannya, sehingga bisa menaikkan tingkat regenerasi kulit dan mengurangi jerawat.

Selain itu, glutathione juga bisa menekan aktivitas melanin sehingga bisa mengurangi tanda-tanda penuaan dan flek hitam.

3. Menjaga Kesehatan Mata

Stress oksidatif bisa menimbulkan berbagai gangguan pada mata, di antaranya adalah katarak dan glaukoma. Mengonsumsi glutathione dengan benar bisa meminimalisir risiko kebutaan karena dua penyakit tersebut.

4. Meredakan Berbagai Penyakit Kulit

Glutathione mampu meringankan psoriasis serta meringankan gejala vitiligo. Selain itu, Glutathione juga berfungsi sebagai pencerah kulit.

5. Menjaga Kesehatan Jantung

Menjaga Kesehatan Jantung - QNET

Bersamaan dengan menjaga pola makan sehat, glutathione dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat serta mencegah penyumbatan pembuluh darah.

Hal ini membuat terjaganya kesehatan jantung serta mengurangi risiko timbulnya penyakit kardiovaskular.

6. Mencegah Diabetes

Berkurangnya produksi glutathione alami dalam tubuh bisa berefek pada turunnya tingkat resistensi insulin. Meningkatkan konsumsi glutathione bisa menurunkan resistensi insulin sehingga mencegah munculnya penyakit Diabetes.

7. Meringankan Efek Samping Kemoterapi

Terapi glutathione berfungsi untuk mengatasi efek samping kemoterapi seperti kerusakan saraf, sariawan dan radang tenggorokan.

Sumber Glutathione

Selain terbentuk dari proses alamiah tubuh, glutathione juga terdapat dalam makanan serta suplemen yang mengandung glutathione.

Contoh makanan yang mengandung glutathione adalah bayam, alpukat, telur dan susu.

Selain dengan mengonsumsi makanan yang tinggi glutathione, Anda juga bisa mengonsumsi EDG3, suplemen glutathione  dari QNET yang sudah terbukti memberikan manfaat glutathione dengan mudah dan menyenangkan.

Tingkatkan Asupan Glutathione dengan EDG3

Seperti yang Anda tahu, produksi glutathione akan mulai menurun selepas usia 20 tahun. Selain itu, dengan banyaknya sumber radikal bebas, tentu kita perlu melakukan upaya ekstra untuk menjaga kadar glutathione dalam tubuh.

Untuk itu, Anda bisa mulai dengan mengonsumsi EDG3.

EDG3 merupakan produk suplemen dari QNET berupa serbuk rasa mix berry yang dapat membantuk meningkatkan kadar glutathione dengan lebih efektif daripada produk suplemen glutathione lainnya.

Sekilas Tentang QNET

QNET adalah perusahaan global bersistem network marketing, atau pemasaran jaringan yang sudah memiliki pengalaman selama lebih dari 20 tahun.

Produk QNET mencakup berbagai perlengkapan yang dapat menunjang kesehatan dan kualitas hidup penggunanya, mulai dari suplemen hingga peralatan rumah tangga.

Berasal dari Hongkong, bisnis QNET sudah menjalar hingga berbagai negara lainnya. Selain di Asia, QNET memiliki jaringan distribusi di Afrika, Eropa dan Timur Tengah.

Sistem penjualan langsung QNET membuat Anda tidak kesulitan mendapatkan produk yang Anda butuhkan, serta membuka kesempatan bagi Anda yang ingin turut membangun bisnis yang menjanjikan bersama QNET.

Perbedaan EDG3 dengan Suplemen Glutathione Lainnya

1. Penyerapan Glutathione Lebih Efektif

Tidak seperti suplemen glutathione kebanyakan, glutathione yang terkandung dalam EDG3 tidak akan lumat dalam sistem pencernaan karena EDG3 tidak mengandung glutathione itu sendiri, melainkan dirancang untuk ‘memancing’ tubuh memproduksi glutathione secara alami.

2. Sudah Melalui Uji Klinis dan Uji Halal

Teknologi dalam pembuatan EDG3 sudah melalui berbagai uji klinis yang menunjukkan bahwa EDG3 bisa meningkatkan kadar glutathione secara efektif dan alami.

Selain itu, EDG3 juga sudah meraih sertifikasi halal dari JAKIM yang terkenal sangat ketat dalam proses ujinya.

3. Siapa Saja Bisa Mengonsumsi EDG3

EDG3 aman dikonsumsi oleh siapa saja, baik anak kecil maupun orang dewasa.

Meski begitu, anak kecil di bawah umur 6 tahun harus mendapatkan anjuran dokter dahulu sebelum mengonsumsi glutathione. Hal ini karena produksi glutathione pada anak kecil masih mencukupi kebutuhan glutathione hariannya.

4. Memiliki Rasa Unik

Meski merupakan suplemen, EDG3 tidak berbentuk kapsul yang membosankan. EDG3 adalah serbuk rasa mix berry yang tidak hanya menyegarkan tapi juga menyehatkan.

Cara mengonsumsinya bisa dengan menyeduh minuman seperti biasa, atau Anda bisa campurkan ke makanan atau jus kesukaan Anda untuk variasi rasa.

5. Terbuat dari Bahan-bahan Alami

EDG3 tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dalam proses pembuatannya. EDG3 menggunakan serat jagung, perisa mix berry, asam amino glutathione serta vitamin C sebagai bahan utamanya.

Selain itu, EDG3 juga bebas dari bahan-bahan GMO serta tidak mengandung gluten.

6. Bisa Diminum Kapan Saja

Tidak ada batasan waktu untuk mengonsumsi EDG3. Anda bisa mengonsumsi EDG3 kapan saja.

Anjuran konsumsi EDG3 adalah satu bungkus dalam sehari. Namun ada bisa meningkatkan dosis menjadi dua bungkus dalam sehari jika sedang tidak enak badan.

Agar lebih bisa mendapatkan manfaatnya, Anda bisa mengonsumsi EDG3 pada pagi hari saat perut kosong

7. Minim Efek Samping

EDG3 merupakan suplemen yang terbuat dari bahan-bahan yang alami, tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Maka dari itu, EDG3 aman untuk tubuh dan tidak memiliki efek samping jangka panjang yang berdampak buruk.

Namun, sebagian kecil pengguna kemungkinan akan merasakan ‘Healing Crisis’.

‘Healing Crisis’ merupakan gejala menyerupai flu yang Anda rasakan saat Anda mulai rutin mengonsumsi EDG3.

‘Healing Crisis’ umumnya muncul sebagai penanda mulainya proses detoksifikasi, dan merupakan penanda bahwa EDG3 bekerja dengan baik.

Jika Anda mengalami hal ini saat mengonsumsi EDG3, sebaiknya tetap teruskan mengonsumsi serta perbanyak minum air putih.

Review Pengguna EDG3

Sudah banyak orang di seluruh dunia yang merasakan manfaat dari EDG3. Dengan rutin mengonsumsi EDG3, berbagai keluhan kesehatan mampu teratasi.

“Saya memiliki masalah radang sendi dan selalu menderita karena penyakit rematik. Setelah mengonsumsi EDG3 selama beberapa hari, rasa sakit di persendian mulai berkurang. Efek anti radang yang dimiliki oleh EDG3 benar-benar bagus dan saya akan tetap mengonsumsi EDG3. Selain itu, penyakit asam urat saya juga menghilang” – Anak Agung Gde Raka Sujaya

“Saya memiliki penyakit asma dan alergi seafood. Tapi sejak mengonsumsi EDG3 dua bulan lalu, keluhan-keluhan itu semakin membaik. Saya tetap mengonsumsi EDG3 setiap hari dan itu meredakan gejala alergi saya. Terima kasih, EDG3 dan QNET.” – Gede Kariana

Setelah memahami apa itu radikal bebas serta antioksidan sebagai penangkalnya, Anda sudah bisa memulai hidup yang lebih sehat dan seimbang.

Dengan mengonsumsi EDG3, Anda bisa memperkuat proteksi Anda terhadap radikal bebas dan zat berbahaya lainnya, dan menjadi sosok yang lebih sehat dan tetap berbagi kebahagiaan dengan orang-orang tercinta.

Baca Juga : Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Produk QNET : Chi Pendant 4