Jumat, Desember 9, 2022

11 Langkah Mematikan Dalam Bisnis Marketing

Anda bisa jadi memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi dalam kemampuan Anda mengembangkan bisnis Direct Selling QNET. Namun apa jadinya kalau Anda ternyata salah menilai kemampuan marketing Anda sendiri?. Anda tidak perlu khawatir karena melakukan kesalahan dalam mengembangkan bisnis wajar dilakukan.

11 Langkah Mematikan Dalam Bisnis Marketing

Yang tidak boleh terjadi adalah Anda tidak belajar dari kesalahan Anda dan terus melakukannya. Mari pelajari 11 langkah mematikan dalam bisnis marketing di bawah ini agar kesalahan Anda tidak terus berlanjut dan berakhir merugikan Anda.

Marketing-11 Langkah Mematikan Dalam Bisnis Marketing-QNET Indonesia

1. Bekerja Untuk Bersantai

Meski jam kerja QNET Bisnis tidak kaku seperti kantor pada umumnya, Anda juga tidak boleh memiliki mindset untuk terus bersantai seharian. Bisnis Direct Selling QNET adalah bisnis statis dan produktif yang memerlukan keseriusan dan kerja keras dalam mengembangkannya.

Perusahaan QNET di Indonesia memang menerapkan Jam Kerja Fleksibel dimana  Anda memiliki opsi untuk mengatur jadwal kerja Anda sendiri. Keleluasaan itu sebaiknya Anda maksimalkan dengan membuat Jam Kerja Optimal. Jam Kerja Optimal adalah jam kerja yang disesuaikan dengan semua aktivitas Anda untuk mendapatkan produktivitas optimal. Tidak ada batasan minimal atau maksimal dalam Jam Kerja Optimal, Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan tujuan Anda.

Dalam mengatur jam kerja ini, Anda perlu memperhitungkan waktu bekerja, waktu istirahat, dan waktu mengembangkan diri. Penting untuk diketahui bahwa jam kerja yang terlalu padat hingga menyebabkan Anda stres adalah jam kerja yang tidak produktif.

2. Tidak Mendalami Marketing Plan

Marketing Plan adalah bagian yang sangat penting dalam Qnet Bisnis. Bisnis marketing tanpa marketing plan bagaikan berlari tanpa tujuan yang pasti. Berlari memang membawa Anda ke suatu tempat tetapi belum tentu memiliki makna berarti atau menguntungkan bagi Anda. Bisnis network marketing memang sering dikaitkan dengan gambling dimana keuntungan dan kerugian tidak dapat diprediksi. Banyak orang bergabung karena tergiur dengan iming-iming keuntungan besar yang ditawarkan oleh para leader. Padahal bisa jadi Anda terjebak dalam Money Game.

Mendalami marketing plan adalah satu-satunya cara untuk memprediksi masa depan bisnis marketing Anda.  Dengan menyusun dan mempelajarinya, Anda tahu apa yang harus Anda lakukan untuk mencapai tujuan yang ingin Anda tuju. Mempelajarinya juga dapat memberitahu Anda prospek dari bisnis marketing yang Anda jalani.

Mempelajari marketing plan adalah hal paling utama yang harus Anda lakukan sebelum terjun ke bisnis Direct Selling. Ini adalah garda terdepan yang mencegah Anda terjebak dalam kebuntuan saat memasarkan produk atau merekrut member baru. Anda juga perlu menjelaskan marketing plan ini ke mitra-mitra bisnis Anda.

3. Tidak Mengenal Produk yang Dipasarkan

Langkah mematikan selanjutnya adalah ketidaktahuan Anda akan produk yang Anda jual. Pengetahuan akan produk yang dipasarkan adalah hal yang mutlak dimiliki seorang pebisnis. Pada tahap awal marketing, pengetahuan ini berfungsi untuk membantu Anda mengenal pasar. Pada tahap marketing selanjutnya, pengetahuan ini berfungsi untuk memperluas dan mempertahankan pasar.

Perlu diingat bahwa bisnis QNET terletak pada penjualan produk QNET yang beragam maka Anda juga perlu mengetahui manfaat produk QNET. Anda perlu meyakinkan pasar bahwa produk QNET memiliki value tersebut. Dengan banyaknya konsumen, member, atau reseller yang mengenal value dan nilai tambah dari produk QNET, maka semakin besar kemungkinan pasar Anda meluas.

Meluasnya pasar akan memperkecil kemungkinan adanya penumpukan barang di gudang Anda. Disinilah mindset marketing Anda dirombak total. Dalam meningkatkan level Anda, Anda tidak perlu rugi dengan membeli barang dari perusahaan yang akhirnya hanya akan menumpuk di gudang. Idealnya gudang Anda adalah pemberhentian sementara sebelum produk-produk itu berpindah tangan ke mitra-mitra bisnis Anda hingga akhirnya sampai ke konsumen terakhir.

4. Tidak Mengenal Perusahaan

Langkah mematikan selanjutnya adalah ketidaktahuan Anda terhadap perusahaan tempat Anda bernaung. Ketidaktahuan ini sama mematikannya dengan ketidaktahuan akan produk yang Anda pasarkan. Anda perlu mempelajari visi misi perusahaan. Pastikan komitmen-komitmen jangka pendek dan jangka panjang perusahaan diimplementasikan dengan baik. Tinjau pula kebijakan perusahaan akan produk-produk yang dijual.

Kebijakan perusahaan akan produk meliputi pengembangan produk sesuai pasar dan rencana ekspansi pasar dengan produk-produk baru. Mempelajari perusahaan penting untuk menyesuaikan cara kerja dan tujuan yang sama-sama ingin dicapai. Mengenali perusahaan juga penting karena nantinya Anda akan menjelaskan ini saat merekrut mitra baru. Penjelasan Anda yang detail dan terarah dapat membantu Anda berhasil dalam tahap perekrutan. Selain itu, mitra juga perlu tahu seperti apa perusahaan tempat mereka kini bernaung.

5. Memiliki Anggapan Jaringan Dapat Berkembang Sendiri

Tips dan Trik-5 Tips Dan Trik Untuk Penjualan Langsung Menurut QNET-QNET Indonesia

Anggapan bahwa jaringan dapat berkembang sendiri adalah anggapan yang salah total. Anda bisa saja memiliki produk-produk berkualitas dan beranggapan bahwa perkembangan jaringan Anda terletak pada kualitas produk. Mari bandingkan perluasan jaringan dengan jamur di musim hujan. Yang menyebabkan jamur dapat tumbuh dengan pesat di musim hujan adalah intensitas curah hujan dan angin yang terus berhembus. Tanpa adanya ini, benih jamur akan kering dan mati.

Jaringan yang tidak mendapat penetrasi bisnis secara konstan lambat laun akan meredup. Fondasi jaringan harus diperkuat pelatihan pemasaran dan pelayanan bagi mitra-mitra bisnis. Fondasi yang kuat ini harus dibarengi dengan perluasan networking atau jaringan pemasaran yang berkelanjutan.

Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan dalam mengembangkan jaringan dari mitra-mitra bisnis Anda. Langkah pertama adalah presentasi produk secara detail. Langkah kedua adalah pembinaan terstruktur dan terjadwal bagi seluruh mitra sebagai wadah mereka mengembangkan diri.

6. Enggan Mengikuti Training dan Presentasi

Sebagai leader bisnis marketing, Anda dituntut untuk terus memperkaya diri dengan ilmu-ilmu bermanfaat. Ilmu-ilmu ini dapat Anda manfaatkan untuk mengembangkan bisnis. Namun apa jadinya ketika Anda malas mengikutinya? Jawabannya adalah perkembangan bisnis Anda terancam stagnan atau mungkin parahnya mundur.

Mengikuti training adalah proses mengembangkan diri serta mempertahankan motivasi. Dengan mengikuti training, Anda akan bertemu dengan banyak leader bisnis lain dan belajar dari mereka. Anda juga akan memiliki motivasi dan antusiasme untuk naik ke level marketing selanjutnya.

Proses setelah mengikuti training adalah mempraktekkan ilmu Anda kepada mitra-mitra bisnis Anda melalui presentasi. Dalam presentasi ini Anda menjelaskan value dari produk yang Anda pasarkan. Anda juga bisa menyelipkan beberapa motivasi penjualan untuk mitra-mitra Anda.

7. Enggan Mengembangkan Kepribadian

Perasaan sudah cukup ini sering muncul dalam tiap individu. Perasaan sudah cukup baik, sudah cukup cakap, dan sudah cukup komunikatif bisa menghambat perkembangan bisnis Anda. Bisnis Penjualan Langsung seperti QNET Bisnis membutuhkan networking yang luas. Untuk membangun relasi yang baik dan kuat, Anda membutuhkan kepribadian yang disukai oleh relasi dan mitra Anda. Anda harus memiliki kepribadian hangat, positif, inovatif, dan terbuka dalam menerima ide-ide baru.

Sikap-sikap ini akan membantu Anda menjaga dan memperluas relasi Anda. Para pemimpin hebat tidak pernah berhenti mengembangkan kepribadian mereka dan bersiap menghadapi tantangan selanjutnya. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam usaha mengembangkan kepribadian. Cara yang pertama adalah dengan mengikuti kelas-kelas motivasi dan pengembangan kepribadian. Cara yang kedua dan lebih mudah adalah dengan menonton video atau membaca buku mengenai self improvement.

8. Terlalu Banyak Bicara

Ini adalah masalah yang paling umum ditemui dalam bisnis marketing. Hal ini terjadi saat Anda terlalu bersemangat dalam menjelaskan produk yang Anda pasarkan atau visi dan misi Anda. Terlalu banyak bicara akan membuat Anda terlihat menonjol dan mitra merasa segan untuk berbagi ide. Bersemangat dalam mengembangkan bisnis memang penting tetapi jangan biarkan semangat itu menghalangi Anda untuk lebih banyak mendengarkan. Mendengarkan penting dalam membangun relasi bisnis yang sehat dengan mitra-mitra bisnis Anda.

Biarkan mereka mengungkapkan kebutuhan dan keinginan mereka. Dengan memahami itu semua Anda hanya sekali kayuh dan dua pulau terlampaui. Anda membantu mereka juga diri Anda sendiri dalam memngembangkan jaringan bisnis. Luangkan beberapa waktu dalam sesi pembinaan atau presentasi sebagai waktu ngobrol secara santai. Usahakan sesi ini dibuat sesantai mungkin agar mitra tidak merasa canggung dan leluasa dalam berbagi ide dan pendapat mereka.

9. Melakukan Paksaan Dalam Rekrutmen

Akan ada saat dimana Anda merasa terpojok dalam mengembangkan bisnis Anda. Dengan alasan untuk menunjukkan kenaikan kinerja, Anda mungkin berpikir untuk merekrut lebih banyak mitra bisnis. Sayangnya merekrut mitra bisnis baru tidak semudah itu. Anda perlu meyakinkan mereka akan manfaat dan keuntungan yang mereka dapatkan dengan menjadi mitra Anda. Ketidaksabaran Anda dalam proses ini bisa membuat Anda terlihat memaksa mereka untuk bergabung. Bisa jadi penetrasi bisnis Anda membebani mereka untuk bergabung. Untuk mencegah ini terjadi, bangunlah kepercayaan mereka dengan kemajuan bisnis yang signifikan. Jangan takut pada penolakan karena hal ini lazim terjadi tetapi teruslah berusaha menyakinkan mereka lain kali.

10. Terlalu Fokus Pada Penjualan Pribadi

Strategi Pemasaran QNET

Kemampuan menjual produk adalah kemampuan spesial yang tidak dimiliki siapa saja. Jangan biarkan kemampuan ini membuat Anda terbuai dan fokus kepada penjualan pribadi Anda saja.  Sebaliknya bimbing mitra-mitra Anda agar memiliki skill yang sama dan dengan begitu Anda mampu berkembang bersama. Berkembang bersama penting agar mitra-mitra Anda menjadi produktif dan meningkatkan penjualan mereka.

Penjualan yang naik akan menjadi sumber penghasilan perusahaan dan sumber dari pembayaran bonus-bonus bagi Anda dan mitra-mitra Anda. Mengajarkan skill ini pun perlu keahlian khusus.  Anda perlu melakukannya dalam beberapa tahapan sehingga keahlian dan praktek langsung berjalan sejalan. Anda dapat menambahkan materi ini dalam pembinaan-pembinaan yang Anda adakan untuk mitra-mitra Anda.

11. Tidak Melakukan Pembinaan Jaringan

Langkah mematikan yang terakhir adalah rasa percaya diri yang terlalu tinggi akan kemampuan mitra bisnis. Mitra bisnis Anda bisa jadi memiliki kecakapan penjualan yang mumpuni tapi perlu diingat pula bahwa tren pasar terus berubah. Pembinaan ini penting agar mitra belajar bagaimana mengembangkan diri.

Lalu apa yang membedakan pembinaan dengan presentasi? Meski pengadaan keduanya ada di tangan Anda, mereka memiliki tujuan yang berbeda. Presentasi bertujuan untuk mengenalkan produk dan manfaatnya kepada mitra. Dalam presentasi mitra mendapatkan ilmu tentang produk yang akan mereka pasarkan.

Pembinaan berfokus pada pengembangan pribadi atau individual growth mitra bisnis Anda. Disini mereka diajarkan bagaimana mengembangkan diri secara maksimal, tren bisnis, kemampuan marketing, dan  motivasi. Dengan ini diharapkan mitra bisnis terus berkembang dan menguatkan fondasi bisnis Anda.

Adakah dari 11 langkah mematikan di atas yang pernah atau sedang Anda lakukan?. Selamat jika jawaban Anda tidak. Namun jika jawaban Anda iya, anggaplah itu proses pembelajaran dan lakukan improvement yang diperlukan untuk mengatasi kekurangan Anda. Siapkah Anda menjadi leader marketing bisnis Direct Selling QNET  yang lebih baik?

Baca juga : 10 Keunggulan Jam Tangan Swiss

Berita terkini
spot_img
Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini