Saat ini, sistem penjualan langsung atau direct selling sudah banyak dijumpai. Sistem penjualan langsung memungkinkan Anda untuk membangun suatu bisnis dengan lebih efektif.

Tak hanya itu, dengan sistem ini, Anda juga dapat menghindari biaya overhead dan juga mengurangi biaya iklan, sehingga Anda membutuhkan biaya yang lebih rendah. Direct selling juga memungkinkan Anda untuk membangun hubungan yang tahan lama dengan pelanggan.

Meski terdengar menguntungkan, membangun bisnis dengan sistem ini tak pernah mudah. Ada kalanya mereka juga mengalami kegagalan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Namun, sebelum membahas itu, mari kita ketahui dulu apa itu direct selling dan bagaimana cara kerjanya.

Apa Itu Direct Selling?

Direct selling atau penjualan langsung merupakan sistem penjualan secara langsung di mana penjual akan menawarkan barang atau jasanya secara langsung kepada konsumen. Sistem penjualan langsung akan menghilangkan keberadaan perantara dalam suatu distribusi, seperti misalnya pusat distribusi regional maupun pedagang grosir.

Penjualan produk atau jasa dengan sistem ini akan langsung dikirim dari produsen ke perusahaan penjualan, kemudian ke konsumen. Sebelum sampai ke tangan konsumen, produk mungkin akan berada di distributor atau perwakilan terlebih dahulu.

Karena sistemnya yang langsung menjualkan produk ke konsumen, mungkin akan sulit menemukan produk-produk yang dijual dengan sistem direct selling di lokasi ritel tradisional. Hal ini berarti, untuk membeli produk-produk tersebut konsumen harus menemukan salah satu perwakilan atau distributornya.

Sistem penjualan langsung memiliki tujuan menumbuhkan inisiatif konsumen agar tertarik untuk membeli barang yang Anda jual. Jadi, bisa dikatakan penjualan langsung ini sama dengan promosi, karena di dalamnya berisikan kegiatan pengenalan produk. Nantinya, hasil penjualan akan didasarkan pada bonus, besarnya komisi, dan juga  iuran anggota.

Salah satu bisnis di Indonesia yang menerapkan sistem penjualan langsung yaitu bisnis QNET. Dalam penjualannya, QNET memperkenalkan produknya melalui platform e-commerce.

Penyebab Kegagalan Bisnis Penjualan Langsung

Seperti yang sudah Anda ketahui, membangun sebuah bisnis memang tak pernah mudah, tak terkecuali dengan bisnis penjualan langsung. Namun, bukan berarti tidak ada peluang untuk sukses jika Anda tetap ingin membangun bisnis penjualan langsung.

Berikut adalah beberapa penyebab kegagalan bisnis penjualan langsung yang sebaiknya Anda ketahui. Agar bisnis Anda sukses, sebisa mungkin minimalisir penyebab kegagalan berikut.

1. Kurang yakin dengan produk yang dijual

Sebelum mempromosikan suatu produk yang hendak Anda jual, Anda harus yakin terlebih dahulu dengan produk Anda. Keyakinan ini sangat penting. Jika Anda yakin dengan produk Anda, saat Anda membicarakannya pada calon pembeli, keyakinan tersebut akan menular.

Tak hanya itu, keyakinan Anda pada produk Anda juga akan membuat Anda lebih termotivasi untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan produk Anda, Hal ini tentu akan sangat membantu saat Anda mempromosikannya.

2. Kurang yakin dengan sistem bisnisnya

Tak hanya ragu dengan produknya saja, jika Anda juga ragu dengan sistem bisnisnya, besar peluang untuk Anda mengalami kegagalan. Jika Anda ingin terjun dalam bisnis ini, maka Anda harus benar-benar yakin terlebih dahulu. Jangan pernah terlibat jika Anda belum benar-benar yakin dengan sistem bisnis yang akan Anda geluti.

Perlu Anda ketahui, sistem penjualan selling ini akan menjadi kendaraan Anda untuk memperoleh penghasilan. Namun, ada banyak perspektif negatif dari sistem ini karena belum banyak yang mengetahui cara kerjanya. Untuk itu, Anda harus tetap yakin melawan pandangan negatif orang lain jika Anda ingin sukses.

3. Kurang adanya dukungan dari tim

Dalam menjalankan bisnis penjualan langsung, tentu Anda membutuhkan kerja sama dari tim. Namun sayangnya, dalam beberapa kasus, tim yang seharusnya mendukung Anda malah justru lepas tangan. Hal ini tentu akan membuat Anda kebingungan dan juga kelimpungan.

Bisnis penjualan langsung yang sukses memiliki dukungan dan kerja sama tim yang hebat. Selain itu, perlunya dukungan dari mereka yang berpengalaman dan leadership juga menjadi suatu hal yang penting.

4. Kurang tahu produk yang dijual

Sebelum menjual suatu produk, tentu sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu produk yang hendak Anda jual. Ketahui juga apa manfaat yang dari produk Anda dan mengapa orang lain harus membeli produk Anda. Cari lebih banyak informasi yang berhubungan dengan produk Anda agar Anda semakin mudah dalam melakukan promosi.

Perlu Anda tahu, bisnis penjualan langsung ini tidak hanya bertujuan untuk menjual produk saja, tetapi juga membangun jaringan bisnis yang kuat. Dengan jaringan bisnis yang baik, peluang Anda untuk menghasilkan akan semakin besar.

5. Kurang percaya diri

Selain beberapa alasan di atas, mereka yang gagal dalam bisnis penjualan langsung bisa juga karena kurangnya rasa percaya diri. Mereka merasa minder dan tidak yakin bahwa mereka dapat menjual produk tersebut.

Padahal, keyakinan tersebut sangat penting. Jika Anda ingin sukses, tentu Anda harus yakin terlebih dahulu bahwa Anda bisa sukses dan akan sukses. Daripada pesimis, lebih baik selalu tanamkan pada diri sendiri bahwa setiap orang berhak untuk sukses, tak terkecuali diri kita sendiri.

6. Membuat target pasar yang salah

Semangat memang sangat perlu dalam menjalankan bisnis ini. Namun, jangan sampai Anda terlalu bersemangat sampai-sampai Anda menawarkan produk Anda kepada siapapun, tanpa menentukan target pasar.

Bukannya baik, hal itu justru akan membuat promosi Andan menjadi kurang efektif. Sebab, tidak semua orang akan tertarik dengan produk Anda. Lebih baik, pahami terlebih dahulu target pasar Anda, baru kemudian lakukan promosi secara berkala.

7. Menggunakan metode pemasaran yang kurang tepat

Setiap orang pasti akan memiliki metode pemasaran yang berbeda-beda. Bagaimana mereka memasarkan produk yang mereka miliki bisa jadi berbeda antara yang satu dengan lainnya. Ada yang lebih banyak menjual barangnya melalui internet, ada yang dengan cara door to door.

Untuk mengetahui metode pemasaran apa yang cocok, sekali lagi pahami target pasar Anda. Tidak mungkin bukan jika target pasar Anda adalah ibu-ibu rumah tangga dengan usia 40 an tapi Anda melakukan promosi di Tiktok?

8. Kurang berkomitmen

Agar berhasil mencapai setiap tujuan dan keinginan, Anda harus memiliki komitmen yang kuat. Terlebih dalam hal bisnis, Anda harus selalu berkomitmen untuk menawarkan produk yang Anda jual setiap harinya. Tanpa komitmen yang kuat, maka bisnis Anda akan mati.

Hal ini juga mencakup bagaimana Anda berkomunikasi dengan orang lain untuk menemukan prospek dan calon pembeli baru. Selain itu juga melakukan tindak lanjut bagi mereka yang sebelumnya sudah tertarik dengan bisnis Anda, tetapi belum berhasil melakukan pembelian.

9. Takut dengan penolakan

Salah satu yang menjadi ketakutan terbesar bagi mereka yang terjun dalam bisnis penjualan langsung yaitu penolakan. Mereka takut jika calon pembeli mengatakan “TIDAK”. Padahal, setiap kata “TIDAK” yang muncul, itu akan membawa Anda selangkah lebih dekat untuk “YA”.

Perlu Anda pahami, pada dasarnya orang tidak akan menolak Anda. Mereka hanya mengatakan “TIDAK” pada produk Anda atau pada peluang bisnis yang Anda tawarkan.

Tentu dari kata “TIDAK” itu akan muncul sebuah alasan mengapa mereka mengatakannya. Itu yang menjadi informasi berharga bagi Anda untuk menentukan langkah selanjutnya.

10. Takut dengan cibiran teman atau keluarga

Secara natur, kita memang lebih takut jika teman atau keluarga mencibir apa yang kita lakukan daripada cibiran itu datang dari orang lain. Hal inilah yang menjadi salah satu hambatan besar bagi mereka yang terjun dalam bisnis ini.

Namun, jangan takut! Jika mereka saat ini masih bereaksi negatif, cobalah untuk tidak memasukkan ke hati. Kita tidak pernah tahu, bisa jadi esok mereka akan berubah pikiran dan justru akan mendukung Anda dengan keras.

Itu tadi beberapa hal yang dapat menyebabkan bisnis penjualan langsung mengalami kegagalan. Namun, Anda tak perlu khawatir, tak pernah ada kata mustahil jika Anda mau berusaha dengan keras dan meminimalisir beberapa hal di atas.

Nah, jika Anda sudah yakin untuk terjun di bisnis penjualan langsung, tapi bingung harus mulai dari mana, Anda dapat memulainya dengan bergabung dalam penjualan langsung QNET.

QNET, Bisnis Penjualan Langsung yang Menguntungkan

Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, QNET menjadi salah satu bisnis penjualan langsung yang cukup berhasil di Indonesia. Berbicara tentang bisnis QNET, pada dasarnya inti dari bisnis ini yaitu menjual produk. Pihak QNET akan memperkenalkan produk tersebut melalui platform e-commerce.

Dalam artian, bisnis ini dapat Anda jalankan kapan pun dan di mana pun. Tak hanya itu, dengan sistem bisnis online juga memungkinkan target pemasarannya dapat berkembang hingga ke jaringan antar negara dan tak terbatas dalam suatu wilayah saja.

Sistem pembayaran dalam bisnis QNET ini pun mudah karena dapat bisa menggunakan cara non tunai. Meski begitu, poin, bonus, dan uang hasil penjualan akan masuk dalam jaringan para membernya dengan tepat.

Pertanyaannya, apakah bisnis penjualan langsung QNET ini termasuk MLM? Perlu Anda ketahui, penjualan QNET menggunakan sistem bisnis jaringan. QNET bukan MLM. Namun, meski begitu bisnis ini tetap menggunakan sistem pemasaran berjenjang.

Pada bisnis QNET, pihak perusahaan akan memotong proses berjenjang tersebut. Akibatnya, pemasaran berjenjang tersebut berganti menjadi sistem penjualan langsung.

Anjuran dan Larangan Bisnis Penjualan Langsung QNET

Pada dasarnya, QNET adalah sebuah inisiatif. Inisiatif untuk mendorong praktik bisnis profesional sebagai penjual langsung. Untuk membangun bisnis sukses yang bertahan lama, tentu Anda perlu menjaga reputasi sebagai penjual langsung profesional yang dapat dipercaya.

Untuk membangun bisnis Anda dengan cara yang benar, QNET Indonesia akan memberdayakan Anda dengan informasi, pengetahuan, dan keterampilan. Jika Anda baru mengenal QNET, pedoman ini akan menjadi pedoman yang sempurna untuk memulai langkah Anda sebagai penjual langsung profesional.

Namun, jika Anda sudah menjadi distributor QNET, bacalah untuk memastikan diri Anda selalu terkontrol. Tentu sebagai upline, sudah menjadi tugas Anda untuk membimbing downline Anda melalui tahapan awal bisnis mereka.

Anda juga bertugas untuk memastikan bahwa bisnis Anda tetap dapat mempertahankan reputasinya secara konsisten. Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan saat Anda bergabung dalam bisnis penjualan langsung QNET.

  1. Anda dapat membagikan tautan yang berisikan informasi produk dan lainnya ke tim Anda dan menyimpannya. Agar, saat mengevaluasi kinerja bisnis Anda, Anda dapat menemukannya dengan cepat.
  2. Untuk pertemuan yang memiliki prospek baik, persiapkan presentasi Anda dengan baik.
  3. Untuk sebuah acara, unduh, cetak, dan bagikan selebaran yang berisikan informasi mengenai produk Anda. Dengan begitu, Anda tidak hanya mempromosikan bisnis penjualan langsung, tetapi juga reputasi Anda sendiri sebagai seorang profesional.

Praktik penjualan langsung yang baik atau buruk mempengaruhi Anda, bisnis Anda, dan seluruh industri penjualan langsung. Perjuangkan apa yang benar dan adil untuk semua. Bantu kami mengubah inisiatif ini menjadi sebuah gerakan. Berdayakan diri Anda dan jadilah bagian sukses dari bisnis penjualan QNET!

Baca Juga : Penting! Meski Mahal QNET Banyak Manfaatnya