Hal Tabu di Media Sosial Bagi Networker - QNET

Sosial media semakin berkembang setiap harinya dan tidak bisa lepas dari kehidupan manusia masa kini. Selain untuk kesenangan pribadi, manfaat media sosial juga terasa dalam bisnis. Apakah Anda mengetahuinya?

Salah satu manfaat tersebut ialah sebagai media promosi yang cukup efektif. Promosi termasuk hal penting dalam melakukan kegiatan bisnis agar banyak orang yang mengenal produk Anda.

Sebaik apapun produk yang dimiliki tidak akan berhasil jika tidak dipasarkan dengan baik. Oleh karena itu, setiap pebisnis harus memiliki strategi pemasaran yang handal dan efektif.

Beruntung, di era teknologi ini terdapat beragam kemudahan yang bisa didapatkan untuk mempermudah promosi. Jika sebelumnya promosi membutuhkan biaya yang mahal, namun kini biaya promosi bisa ditekan lebih murah bahkan gratis.

Hal tersebut bisa didapatkan jika Anda memanfaatkan sosial media dengan baik. Keuntungan beriklan dari sosial media ialah memiliki pasar yang lebih luas dan waktu beriklan yang tidak terbatas.

Namun, Anda tetap harus berhati hati dalam melakukan promosi melalui sosial media. Terdapat beberapa hal tabu yang sebaiknya Anda hindari dan jangan sampai dilakukan.

10 Hal Tabu di Media Sosial Untuk Bisnis

Media Sosial Bagi Networker - QNET

Penasaran apa saja hal tersebut? Berikut ini ialah penjelasan lengkapnya

1. Membuat Akun Sosial Media Menjadi Akun Jualan

Social Media Sebagai Akun Jualan - QNET

Hal pertama yang harus dihindari ialah dengan membuat akun bisnis terlihat seperti akun jualan. Mungkin Anda bingung bagaimana bisa akun yang memang dibuat untuk berjualan namun tidak melakukan kegiatan promosi.

Jangan terlalu sering berjualan di sosial media secara terus menerus bahkan tidak kenal waktu. Hal ini akan membuat pengguna lain merasa risih dan justru tidak tertarik dengan apa yang ditampilkan.

Sebaliknya, Anda tetap bisa berjualan di akun sosial media namun dengan strategi yang tepat. Buatlah konten konten yang berhubungan dengan produk yang ditawarkan dan lakukan soft selling.

Dibandingkan dengan hard selling, soft selling lebih menarik perhatian banyak pengguna. Sisipkan beberapa konten yang menginspirasi dan mendidik disela-sela promosi terhadap produk yang ditawarkan.

Jika akun terus melakukan promosi, maka pengguna lain akan merasa terganggu dan menganggap promosi Anda menjadi spam. Oleh karena itu, coba gabungkan konten menarik yang memiliki hubungan dengan produk yang dijual.

2. Tidak Memiliki Rencana

Apapun hal yang ingin dilakukan alangkah baiknya dibuat terlebih dahulu dalam rencana yang matang. Begitupun dengan memanfaatkan media sosial untuk promosi dan menjalin hubungan dengan para konsumen.

Anda harus mempelajari beberapa hal dasar dalam marketing digital yang semakin berkembang belakangan ini. Diantaranya ialah jam berapa yang paling efektif untuk melakukan pemasaran.

Cari tahu, jam berapa biasanya orang orang memiliki lebih banyak waktu untuk membuka sosial media mereka. Setelah itu, Anda perlu menyusun rencana untuk memilih waktu yang tepat dalam melakukan promosi.

Alangkah baiknya, waktu untuk promosi dilakukan secara konsisten dan dalam waktu panjang. Buatlah rencana mingguan dan bulanan tentang konten dan promosi yang akan dilakukan.

Misalkan dalam satu hari Anda membagikan 3 konten di sosial media, pilihlah waktu yang sama. Diantaranya pukul 09.00, 12.00 dan 20.00 atau sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Kemudian dari 3 konten yang akan dibagikan, tentukan kapan Anda membagikan konten untuk berjualan dan konten selingan. Dengan rencana yang matang tentu promosi akan jauh lebih efektif.

3. Tidak Mampu Menawarkan Nilai

Setiap produk memiliki segmen dan pasar masing masing. Apakah Anda sudah mengenali karakteristik segmen pasar dan audiens?

Akan lebih baik jika Anda mengetahui karakteristik dari setiap target pasar yang potensial. Dengan cara ini, maka pembuatan konten akan lebih relevan dengan apa yang pasar butuhkan.

Hal ini tentu memberikan dampak positif, diantaranya ialah membangun keterlibatan Anda dengan konsumen. Selanjutnya, mereka akan tertarik dengan apa yang ditawarkan dan memiliki peluang tinggi untuk membeli produk Anda.

Terdapat berbagai cara untuk menawarkan nilai kepada target pasar, diantaranya ialah mengunggah kisah yang relevan. Misalkan Anda menawarkan produk kesehatan, maka buatlah konten yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit.

Dengan rutin memberikan informasi mengenai kesehatan, maka dengan sendirinya audiens Anda telah fokus pada orang orang yang peduli kesehatan. Hal ini mempermudah Anda untuk melakukan prospek kedepannya.

Jangan ragu pula untuk membagikan postingan postingan lucu atau tanggapan tentang sesuatu yang viral. Disadari atau tidak, berbagai postingan yang menarik membuat banyak orang penasaran dengan akun sosial media Anda.

4. Melupakan Elemen Manusia

Meskipun berada di dunia maya, namun tetap saja semua pemilik akun tersebut adalah manusia. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memperlakukan para pengikut sebagai manusia.

Jalin hubungan dengan baik dan tetap memperhatikan kaidah kesopanan. Ingat, bahwa apa yang Anda lakukan di sosial media merupakan citra perusahaan dan bisnis.

Jika Anda melakukan kesalahan terutama dalam memperlakukan pengikut, maka hal ini akan menjadi bumerang yang sangat merugikan. Tidak menutup kemungkinan bahwa tindakan tersebut akan dibagikan ke khalayak ramai dan Anda mendapat cibiran.

Oleh karena itu, meskipun tidak langsung bertemu dengan orang lain tetap perlakukan mereka sebagai manusia. Junjung tinggi nilai kesopanan dan jangan bersikap sombong kepada mereka.

5. Mendiskreditkan Pekerja/Golongan Tertentu

Hal selanjutnya yang sangat tabu dalam menggunakan sosial media ialah mendiskreditkan golongan tertentu. Jika Anda melakukan ini baik disengaja maupun tidak disengaja, maka hanya akan merugikan.

Contoh konten yang mendiskreditkan golongan lain ialah “Hanya orang-orang yang tidak ingin sukses yang bersedia menjadi pegawai”. Jika Anda mengatakan hal ini, tentu para pekerja kantoran akan merasa tersinggung.

Tidak ada yang lebih baik antara pekerja maupun wirausaha, setiap orang memiliki kebutuhan dan jalan hidup yang berbeda.

Alih alih mendiskreditkan golongan tertentu, alangkah lebih baik menghormati perbedaan yang terjadi di lingkungan. Misalkan dengan membuat konten “Bekerja sendiri sama baiknya dengan bekerja dengan orang lain”

Pilihlah kalimat positif yang bisa memberikan efek bahagia dan menghormati semua golongan. Jangan menyindir pihak manapun dan sebarkan energi postif pada akun sosial media Anda.

6. Membalas Pertanyaan Calon Konsumen Terlalu Lama

Pertanyaan Konsumen Media Sosial Bagi Networker - QNET

Sosial media menjadi tempat untuk para calon konsumen mencari informasi dengan menanyakan berbagai hal. Semakin cepat Anda membalas pertanyaan dan komentar tersebut maka akan lebih baik.

Namun, jika pertanyaan tersebut dibalas dalam waktu yang lama akan menimbulkan pertanyaan. Apakah Anda serius dalam mengelola akun sosial media, ataukah akun sosial media tersebut sudah tidak aktif.

Oleh karena itu, usahakan untuk langsung merespon setiap pertanyaan yang ada di akun sosial media. Jangan lupa untuk membalas dengan sopan dan bersikap ramah kepada siapapun.

Jika memang tidak memungkinkan untuk membalas pesan 24 jam, maka berikan informasi kepada para pengunjung. Tulislah di akun sosial media Anda terkait dengan jam operasional yang memiliki peluang pesan dibalas dengan cepat.

Tidak ada salahnya untuk membuat pesan otomatis jika memang pesan dikirimkan melewati jam operasional. Sampaikan bahwa pesan akan dibalas ketika sudah memasuki jam operasional.

Hal ini berlaku pada seluruh sosial media yang Anda manfaatkan untuk mempromosikan produk. Respon yang cepat sangat disukai oleh para pelanggan dan membuat peluang mereka membeli produk semakin tinggi.

7. Tidak Fokus Dalam Jangka Panjang

Mengelola akun sosial media memang bukanlah hal yang mudah, oleh karena itu banyak yang tidak bertahan lama. Perjuangan untuk menarik followers, membuat konten yang menarik membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Namun, ketika Anda sudah meyakinkan untuk menggunakan akun sosial media maka rencanakanlah dalam jangka waktu panjang. Jangan sampai Anda hanya menggunakan akun sosial media dalam waktu 1 atau 2 bulan saja.

Terdapat berbagai alasan yang membuat hal ini terjadi diantaranya ialah tidak memiliki sumber daya dan waktu yang cukup. Jika memungkinkan, Anda bisa menggunakan pihak ketiga sebagai mitra bisnis.

Hal ini akan mempermudah Anda untuk mengelola konten di sosial media sehingga Anda bisa fokus dalam melayani konsumen.

Jadikan sosial media sebagai bagian penting dalam kegiatan bisnis dan perhatikan manfaatnya dalam jangka panjang. Meskipun sulit, namun jika sosial media sudah lebih stabil maka akan mempermudah kegiatan bisnis Anda.

8. Mengatakan Janji yang Berlebihan

Untuk menarik orang untuk menyukai produk yang ditawarkan memang harus terdapat kalimat persuasif. Namun, jangan sampai kalimat persuasif tersebut terkesan berlebihan.

Tujuan mempromosikan jualan beragam mulai dari menawarkan produk hingga menarik member baru. Tetapi Anda jangan memberikan terlalu banyak janji kepada orang lain.

Hindari kata kata manis seperti mereka akan menjadi jutawan dalam waktu yang singkat. Jangan sampaikan pula bahwa produk yang ditawarkan dapat menyembuhkan penyakit yang mematikan tanpa perlu ke dokter.

Kalimat kalimat tersebut hanya akan membuat Anda terkena masalah dikemudian hari. Pelajari bagaimana pelatihan yang Anda dapatkan dalam menawarkan produk ke orang lain.

Ikuti berbagai petunjuk dan arahan sehingga kegiatan promosi tetap berjalan baik dan tidak melakukan pembohongan.

9. Tidak Memiliki Sisi Personal

Jika Anda melakukan direct selling, tentu promosi bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun termasuk menggunakan akun pribadi. Dalam direct selling, untuk mendapatkan networker dilakukan promosi dari mulut ke mulut.

Berkat hadirnya sosial media, Anda bisa melakukan kegiatan promosi dengan lebih mudah yakni memanfaatkan akun pribadi. Namun, jangan terlalu sering mempromosikan produk sehingga lupa dengan kehidupan Anda.

Orang orang yang mengikuti suatu akun pribadi memiliki ketertarikan personal dengan pemilik akun tersebut. Oleh karena itu, jangan lupa untuk tetap mengupdate kegiatan sehari hari.

Anda juga bisa menambah pengalaman dan cerita pribadi saat mempromosikan produk tertentu. Ceritakan bagaimana produk tersebut dapat mengubah hidup dan menarik orang lain untuk mendapatkan pengalaman yang serupa.

10. Tidak Memberikan Informasi Terkini

Jangan sampai Anda memberikan informasi produk yang sudah tidak berlaku dan terlalu lama.

Ketika ingin membagikan konten dan melakukan promosi, pastikan informasi yang diberikan adalah informasi terbaru. Lakukan pembaruan konten secara berkala dan jangan terus mengupload konten yang sama.

Hal ini akan membuat para pengikut menjadi bosan dan cenderung mengabaikan informasi yang Anda berikan.

Dengan memperhatikan berbagai hal tabu dalam memanfaatkan sosial media, promosi dapat dilakukan dengan baik. Penggunaan media sosial akan lebih efektif dalam melakukan promosi.

Itulah beragam hal yang sebaiknya Anda hindari untuk mendapatkan manfaat media sosial yang optimal. Selamat melakukan promosi dengan mudah dan efektif untuk meningkatkan penjualan!