“Ah, malas sekali rasanya! Tidak ada mood buat mengerjakan sesuatu. Rasanya, tiduran lebih enak!”

Ada kalanya Anda akan merasa seperti itu, apalagi ketika badan dan pikiran tidak dalam kondisi yang fit. Sayangnya, menunda pekerjaan justru lebih banyak mendatangkan kerugian daripada keuntungan. Apalagi ketika Anda bekerja di bidang network marketing.

Sedikit saja menunda pekerjaan atau menurunkan usaha untuk berbisnis, di saat itu juga kesempatan kompetitor mendahului Anda.

Maka dari itu, Anda butuh cara menghilangkan kebiasaan untuk menunda agar goal Anda tercapai, misalnya target bulan ini terpenuhi.

Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Agar Terhindar Dari Kebiasaan Menunda

Lakukan hal ini untuk membuat hidup anda lebih Produktif dan terhindar dari kebiasaan menunda.

1. Amati dan Ketahui Alasan dan Pola Kelakuan Menunda

Tidak ada asap kalau tidak ada api, benar kan? Dari pepatah tersebut, tentu ada alasan kenapa Anda menunda sesuatu.

Bisa saja karena Anda benar-benar tidak mood, merasa sakit, tidak mendapatkan inspirasi dan alasan lainnya. Karena itulah, Anda perlu mencari tahu alasan dan pola mengapa Anda menunda pekerjaan.

Dari pola atau alasan yang Anda dapatkan tersebut, Anda bisa melakukan pencegahan. Misalnya, Anda suka menunda pekerjaan karena tidak mood. Untuk mengatasinya, maka Anda perlu melakukan sesuatu yang membuat diri Anda sendiri mood, seperti mendengarkan musik.

Jika masih belum bisa juga, mulai dari yang paling mudah dulu. Kenapa? Untuk ‘memancing’ mood Anda dan ‘pemanasan’ sebelum Anda melakukan pekerjaan yang lebih berat.

Apa tidak apa-apa? It’s okay! Tidak ada salahnya untuk mulai dari hal yang paling kecil yang membuat Anda lebih bersemangat untuk bekerja.

Kalau masih belum bisa juga, ambil waktu 5 menit untuk berolahraga. Misalnya, lari keliling kompleks, jalan-jalan kecil atau membentuk mindset positif. Setelah itu, lakukan pekerjaan Anda.

2. Jangan Terfokus pada Pikiran Negatif

Beberapa dari Anda mungkin menunda pekerjaan karena cemas atau merasa ketakutan karena hal-hal tertentu yang bahkan belum pasti.

Misalnya saat hendak melakukan penjualan langsung QNET. Anda cemas dan khawatir hingga memunculkan banyak pertanyaan seperti:

  • Bagaimana jika produknya tidak terjual?
  • Apakah nanti akan bertemu dengan customer yang galak?
  • Bagaimana kalau hasilnya tidak maksimal?
  • Apa yang harus saya lakukan jika konsumen tidak puas?
  • Bagaimana kalau saya nanti dilihat orang banyak dan saya tidak bisa fasih berbicara saat presentasi?

Jadi, apa tidak boleh cemas dan khawatir? Boleh saja asalkan pikiran-pikiran tersebut tidak mengganggu mood dan semangat Anda dalam bekerja.

Jika mengganggu, maka hindari untuk overthinking atau memikirkan hal-hal yang negatif. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah untuk berkonsentrasi daripada memikirkan masalah yang ada.

3. Bebaskan diri Anda dari Tekanan saat Bekerja

Bekerja dalam tantangan terkadang memang memberikan sensasi tersendiri. Sayangnya, jika Anda terus-terusan bekerja dalam tantangan, Anda justru akan stress. Akibatnya, Anda seakan seperti ‘trauma’ dan mood Anda berubah menjadi lebih buruk.

Untuk mengantisipasi hal tersebut agar tidak terjadi lagi, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, di antararanya:

  • Hindari untuk menyelesaikan pekerjaan menjelang deadline.
  • Buat diri Anda nyaman dan menikmati pekerjaan Anda.
  • Menyusun list atau jadwal pekerjaan dari yang paling urgent hingga yang tidak terlalu urgent.
  • Gunakan reminder terutama jika pekerjaan Anda terlalu banyak dan deadline yang mepet.

Dengan cara di atas, setidaknya bisa membantu Anda untuk tidak terlalu sering bekerja dalam tekanan. Di sisi lain, Anda juga akan memiliki waktu untuk melakukan koreksi. Jadi, Anda bisa meminimalisir kesalahan.

Selain itu, agar Anda tidak merasa terkekang, lebih enjoy, maka lakukan pomodoro. Apalagi Anda termasuk orang yang mudah terdistraksi oleh hal kecil.

“Sebentar, memangnya apa itu pomodoro?”

Secara harfiah, pomodoro dalam bahasa Italia berarti tomat. Namun, pomodoro dalam hal ini merupakan salah satu manajemen waktu yang memaksimalkan fokus dan kreativitas. Dengan begitu, kamu bisa mengerjakan sesuatu dalam waktu singkat dan tidak terlalu stress.

Bagaimana caranya? Caranya dengan menggunakan waktu sekitar 25 menit dan istirahat 5 menit saat mengerjakan project besar.

Catat waktu Anda setelah melakukan 1 pomodoro dan setelah 4 pomodoro, berikan waktu istirahat 15-20 menit.

Apakah berhasil? Berhasil tidaknya tentu sesuai dengan fokus dan kemampuan Anda tapi sudah banyak yang membuktikan

Tertarik untuk mencoba?

4. Buat List dan Lakukan Pengecekan !

Tidak sedikit orang yang menuliskan daftar pekerjaan apa yang akan dilakukan. Sayangnya, daftar tersebut hanya sekedar daftar saja. Tidak ada pengecekan dan akhirnya terbengkalai sehingga usaha Anda pun menjadi sia-sia.

Untuk mengatasi hal di atas, tentunya Anda perlu membuat list dan melakukan check list di setiap akhir pekerjaan Anda.

Cara ini akan membantu Anda untuk tetap on track mencapai goal Anda dan menjadi pengingat, mana yang belum selesai. Dengan begitu, Anda bisa menyelesaikan pekerjaan sebelumnya dan meminimalisir kesalahan.

Sebagai catatan, Anda perlu melakukan check list secara berkala ya. Lakukan dengan disiplin agar Anda pun bisa mengerjakan tanggung jawab yang lainnya. Misalnya membersihkan rumah atau memasak untuk acara keluarga.

5. Fokus pada Solusi dan Rewards

Terdengar aneh bukan jika fokus pada solusi dan reward agar Anda tidak menunda pekerjaan? Sebenarnya, solusi dan rewards akan membantu Anda untuk lebih termotivasi dan bukan terfokus pada masalah di depan mata.

Dalam hal ini, bukan berarti Anda mengesampingkan masalah yang Anda hadapi Anda. Hanya saja, ketika Anda terfokus pada masalah, pikiran Anda akan lebih menyempit dan kesulitan untuk melihat dari sisi lain.

Padahal, dengan melihat dari sisi lain masalah, Anda akan memperoleh solusi bahkan insight yang akan memajukan bisnis QNET Anda.

Jika kesulitan menemukan solusi, tidak ada salahnya untuk sharing atau bertanya ke teman atau rekan kerja lainnya. Bila perlu, lakukan break down dari masalah yang Anda hadapi.

Dengan begitu, Anda bisa melihat dengan lebih jeli, masalah dan kemungkinan solusi yang akan Anda dapatkan.

Di sisi lain, tentukan reward apa yang akan Anda dapatkan jika mampu melakukan pekerjaan dengan baik. Penghargaan dalam hal ini tidak harus berupa sesuatu yang mewah tapi yang benar-benar Anda butuhkan.

Misalnya, setelah goal tercapai, Anda akan menonton film kesukaan Anda tanpa gangguan apapun terutama dari kantor. Jadi, Anda akan lebih termotivasi dan bisa melakukan pekerjaan dengan lebih baik.

6. Ingat ya, Jangan Baper!

Bawa perasaan atau yang lebih dikenal dengan nama baper sering kali menjadi masalah utama dalam mood bekerja.

Terbawa perasaan sering kali terjadi saat bekerja dalam tim. Ketika sudah baper, maka menunda sesuatu sering kali terasa pas. Benar tidak?

Sayangnya, jika dibiarkan terus menerus, Anda sendiri yang akan rugi. Mulai dari pekerjaan yang semakin menumpuk hingga goal yang tidak tercapai.

Karena itu, jika pun Anda harus bekerja secara tim, Anda harus memulai dari memisahkan antara hubungan pribadi dengan pekerjaan.

Mau tidak mau, Anda harus profesional dalam bekerja karena akan berpengaruh pada hasil pekerjaan Anda.

Jika Anda benar-benar dalam kondisi buruk, akan lebih baik untuk memberi tahu rekan kerja Anda yang lainnya. Dengan begitu, rekan kerja Anda pun akan mengerti dan Anda bisa menenangkan diri sebelum kembali bekerja.

7. Mulai dari Detik Ini Juga!

Kadang, sebelum bekerja, ada banyak sekali keraguan terutama yang berkaitan dengan pemasaran jaringan karena bertemu orang banyak. Sayangnya, keraguan tersebut justru akan memunculkan keraguan yang lainnya. Alhasil, Anda akan lebih sering menunda pekerjaan.

Bagaimana mengatasinya? Mulai saat ini juga!

Anda harus percaya pada kemampuan diri sendiri kalau Anda bisa melakukannya. Setelah itu, Anda bisa melakukan pekerjaan Anda.

“Aduh, saya masih ragu!”

Buat pilihan (option)! Anda bisa membuat kemungkinan-kemungkinan yang ada. Misalnya, jika bertemu dengan pelanggan tipe A, apa yang akan Anda lakukan.

Cara ini akan mempermudah untuk menarik dan mendapatkan konsumen. Jadi, mau tidak mau Anda perlu riset dan fleksibel agar bisnis Anda sukses.

“Bagaimana kalau gagal?”

Ehm, bukankah gagal adalah hal yang manusiawi dan merupakan hal yang biasa? Jika setelah mencoba pertama kali Anda gagal, bukankah masih ada kesempatan berikutnya?

Jika setelah itu juga masih gagal, bukankah Anda bisa melakukan yang lebih baik dari sebelumnya? Evaluasi dan lakukan strategi baru bisa membantu memaksimalkan pekerjaan Anda dan menghilangkan kebiasaan menunda-nunda.

8. Ingat akan Kematian

Mengingat kematian saat bekerja, bukankah itu cukup ekstrim? Bagi sebagian orang, itu memang cukup ekstrim.

Namun, kalau Anda memikirkannya dengan cermat, bukankah setiap pekerjaan ada konsekuensinya? Setiap waktu yang terbuang ada hak dan hal lainnya yang juga ikut terbuang, misalnya :

  • Misalnya, Anda seharusnya bisa menyelesaikan 5 pekerjaan per hari, tapi Anda hanya bisa mengerjakan 1 per hari. Alhasil, pendapatan yang Anda terima pun lebih sedikit.
  • Kehilangan kepercayaan terutama dari klien yang mempekerjakan Anda.
  • Goal tidak tercapai.
  • Jatah istirahat Anda.

Bagaimana jika hal tersebut terjadi terus menerus, kemudian ternyata waktu Anda sudah habis? Tentu hal tersebut akan menjadi pikiran tersendiri karena Anda tidak mampu menyelesaikan tanggung jawab.

9. Menerapkan Kunci Sukses yang Kerap Disepelekan, Disiplin!

Apapun yang Anda kerjakan saat ini, hasilnya akan kurang maksimal tanpa adanya disiplin, terutama disiplin waktu.

Memangnya, apa manfaatnya? Selain membantu untuk mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan, disiplin juga punya manfaat berikut:

  • Anda menjadi terlihat lebih professional apalagi jika bekerja di perusahaan atau bisnis kelas atas seperti QNET Indonesia.
  • Membantu mempertahankan posisi Anda saat ini dan membuka peluang pekerjaan yang lebih besar di masa mendatang.
  • Mempermudah dan mempercepat pekerjaan terutama jika Anda memiliki deadline pekerjaan yang hampir bersamaan.
  • Membantu untuk mengatasi stress dan depresi sehingga Anda akan merasa lebih tenang.

Bagaimana cara agar disiplin? Ada beberapa cara yang bisa Anda terapkan, diantaranya:

  • Membuat ruangan kerja yang senyaman mungkin dan kondusif. Apalagi jika Anda bekerja dalam jangka waktu yang lama dan di ruangan yang tertutup.
  • Memberikan reward.
  • Buat target dan bangun rasa tanggung jawab.
  • Menerapkan kebiasaan kecil terlebih dahulu.

Hal-hal di atas bisa Anda lakukan secara perlahan atau bertahap. Baru setelah itu, Anda bisa menerapkan hal-hal lain dan disiplin.

9 cara di atas bisa Anda terapkan setelah Anda membaca artikel ini. Dengan begitu, kebiasaan menunda sesuatu bisa diatasi dan pekerjaan Anda seperti di network marketing bisa lebih optimal. Selamat mencoba !

Baca Juga : Tindakan Cepat dan Larangan yang Perlu Kamu Ketahui