Berita QNET-QNET Indonesia

Tidak sedikit dari Anda yang mungkin baru mendengar kata QNET, benar tidak? Padahal, QNET sudah didirikan sejak tahun 1998 dan di Indonesia sendiri, QNET memiliki 3 kantor di Jakarta, Surabaya, Bali. Jika pun Anda tahu tentang QNET, biasanya dari berita QNET di media online atau rekan yang menjadi member QNET. Sayangnya, berita mengenai QNET yang ada di Indonesia, cenderung merupakan berita negatif. Banyak isu yang beredar di media seperti berikut ini yang membuat orang tidak percaya.

Isu Terpanas dan Klarifikasi QNET

Masih banyaknya masyarakat yang belum tahu apa itu QNET membuat isu dan berita negatif tentang QNET berkembang pesat. Beberapa isu tersebut adalah:

1.      Penipuan

Di tahun 2013, QNET diterpa isu tidak sedap. Setidaknya, menurut laporan di laman Tempo, mengemukakan jika kerugian korban mencapai Rp1,6 miliar. Kerugian tersebut berasal dari 200 orang anggota QNET. Isu penipuan ini berkembang lantaran perusahaan tidak memenuhi janjinya. Seperti Rudi Suprapto yang dijanjikan mobil dan pendapatan per bulan sebanyak Rp2,5 juta. Rudi juga mengaku bahwa produk kesehatannya juga tidak berkhasiat. Kerugian yang ditanggung korban sudah termasuk biaya pendaftaran sebanyak Rp7-10 juta per orang. Saat melaporkan kasus tersebut, Rudi juga membawa produk QNET, baju serta sertifikat dari 200 anggota.

Namun, berbeda halnya dengan Mahbub Effendi. Mahbub merupakan salah satu dari Independent Representative QNET Jember. Mahbub mengklaim jika pendapatannya sudah mencapai Rp 100 juta. Ia bahkan membantah jika produk QNET tidak berkhasiat. Klarifikasi yang sama juga disampaikan oleh Ina Rachman SH, MH selaku Direktur QNET di Indonesia tahun 2013. Ina memaparkan jika tuduhan yang disampaikan harus disertai dengan bukti-bukti yang jelas.

Ina juga menyampaikan untuk melihat penyebab kenapa tidak mendapatkan bonus. Bisa saja member tidak mengembangkan jaringan. Untuk mengembangkan jaringan tersebut, QNET Indonesia menyediakan support. Salah satunya adalah menyediakan pelatihan agar penjualan langsung ke konsumen bisa berjalan dengan baik. Dengan begitu, member bisa menjual produk, mengembangkan bisnisnya dan mendapatkan bonus yang besar.

2.      Investasi Bodong

Di tahun 2019, QNET dilaporkan karena dugaan investasi bodong yang dilakukan oknumnya. Menurut laporan yang dilansir dari laman Liputan6, setidaknya terdapat 50 orang yang terjerat bujuk rayu bisnis QNET. Dalam laporan tersebut, member yang akan bergabung harus membeli produk seharga Rp 10 juta dan merekrut minimal 6 orang. Jika syarat tersebut tidak dipenuhi, maka member tidak akan mendapatkan bonus.

Dalam penanganannya, kantor QNET di Jakarta Selatan, Madiun dan Kediri digeledah. Tim Cobra Polres Lumajang, Jatim kemudian menyita dokumen, 77 buah amezcua geometri dan 99 buah chakra. Bahkan, OJK juga sempat mendatangi kantor QNET di Jakarta Selatan. Dari investigasi yang dilakukan, polisi menetapkan salah 1 direksi PT. Amoeba Internasional  yang berkaitan dengan investasi bodong.

Selain itu, dalam pertemuan dengan OJK, ada 3 poin penting yang perlu Anda tahu, yaitu:

  • QNET sudah memiliki izin untuk penjualan langsung.
  • Ada member yang tidak hanya menjadi bagian dari QNET namun juga PT. Amoeba Internasional yang berjualan di luar SOP Perusahaan.
  • QJK meminta QNET untuk mengurus permasalahan anggotanya sesuai izin usaha yang dimiliki.

Pihak QNET lewat Anggita Pradipta selaku PR Manager QNET di Indonesia menyebutkan bahwa PT. Amoeba Internasional adalah kliennya. Namun, tidak semua anggota melakukan pelanggaran hukum seperti oknum tersebut. Maka dari itu, OJK meminta QNET untuk memutuskan hubungan dengan PT. Amoeba Internasional Indonesia. Setelah itu, kegiatan dari PT tersebut akan diberhentikan sepenuhnya.

Berita Terbaru QNET

Berita-Berita QNET

Berita mengenai QNET tidak hanya sebatas berita negatif, akan tetapi ada juga yang positif. Berikut berita terbaru tentang QNET yang tidak boleh untuk Anda lewatkan:

1.      Magnet Baru di Indonesia

QNET menunjukkan bahwa penjualan langsung mampu menarik minat dan perhatian dari masyarakat. Buktinya, saat memperkenalkan QNET di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Riau, tertarik dengan QNET. Hal tersebut disebabkan karena QNET fokus pada 4 hal yaitu direct selling, komitmen, fokus dan kejujuran. 4 hal tersebut yang dijadikan pedoman saat Anda bergabung dengan QNET. Dalam direct selling, Anda harus gigih dan tidak hanya mengandalkan penambahan jaringan saja. Setiap member yang akan bergabung hanya akan diedukasi mengenai penjualan langsung sehingga bisnis menjadi sukses.

2.      CEO Baru QNET di Indonesia

Di tahun 2019, QNET di Indonesia memiliki pemimpin baru. ia adalah Malou Caluza yang merupakan praktisi serta pakar senior di direct selling. Malou dinilai layak menjadi nahkoda QNET yang ada di Indonesia mengingat pengalaman kerjanya. Malou pernah bekerja sebagai staf layanan konsumen di awal karirnya. Selama 20 tahun di QNET, Malou belajar banyak mengenai bisnis. Mulai dari bagaimana cara mengembangkan bisnisnya, menjalin relasi hingga menjual produk.

Pengalamannya selama 20 tahun membuat Malou ingin menginspirasi banyak orang mengenai pencapaiannya. Berprinsip belajar dan bertumbuh membuat Malou mencapai banyak prestasi. Karena hal tersebut, Malou digadang-gadang menjadi CEO QNET di Indonesia sejak 2019.

3.      QNET Ciptakan Lapangan Kerja

Jika membicarakan QNET, maka Anda tidak bisa melepaskan sosok Trevor Kuna. Trevor Kuna merupakan CEO QNET yang berkantor di Hongkong. Ketika ditemui di Jakarta, Trevor Kuna mengemukakan bahwa QNET selalu ingin membantu masyarakat untuk berpartisipasi dan berperan. Menurut Trevor, QNET telah membantu pemberdayaan jutaan wirausaha dari seluruh dunia.

Misalnya dengan memberdayakan masyarakat Papua lewat produk Eternaleaf. Produk tersebut terbuat dari buah merah yang merupakan buah asli Papua. Menurut Trevor, QNET sudah melakukan tes pasar selama 3 bulan. Tujuannya adalah agar Eternaleaf mendapatkan sambutan meriah di Indonesia.

4.      QNET adalah Perusahaan Direct Selling

Banyak yang mengatakan bahwa QNET adalah perusahaan money game. Nyatanya, QNET adalah perusahaan dengan sistem direct selling atau penjualan langsung. Lewat sistem tersebut, para anggota akan menjual produknya secara langsung ke konsumen. Selain penjualan langsung, Anda juga perlu tahu hal berikut ini mengenai QNET:

  • Menerapkan sistem pure networking dimana anggota tidak fokus pada perekrutan member namun penjualan produk.
  • Pembelian produk hanya 1 kali saja dan itu berlaku seumur hidup. Jadi, tidak ada pembelian berulang yang diwajibkan. Namun, Anda tetap bisa membeli produk untuk kebutuhan pribadi Anda.
  • Tidak ada sistem tutup poin dan target.
  • Komisi berdasarkan pada penjualan pribadi dan tim.
  • 1 nama hanya boleh membeli 1 produk agar tidak ada perang harga.
  • Adanya pembinaan untuk membantu member dalam menjual produk.
  • Produk dijual secara global.
  • Menjadi anggota dari Asosiasi Penjualan Langsung atau APLI dengan nomor anggota 0167/06/15.
  • QNET tidak menggunakan skema piramida yang merugikan anggotanya dan orang lain.
  • QNET bukan perusahaan investasi.

Poin-poin tersebut selalu ditekankan lewat berita QNET di Metro TV dan media lain seperti media online. Dengan begitu, masyarakat tidak akan salah kaprah mengenai QNET.

Produk Terbaru QNET

Mengenal Lebih Jauh Perusahaan QNET Direct Selling Indonesia - Qnet

Jika berbicara mengenai produk milik QNET, maka Amezcua Geometri adalah yang paling populer. Jenis produk QNET ini merupakan kaca pipih yang berbentuk seperti tatakan. Fungsinya adalah untuk meningkatkan stamina dan kesehatan.

Amezcua Geometri juga bisa digunakan untuk menyuling air minum. Jadi, sebelum Anda minum, Anda bisa memasang Amezcua Geometri. Dengan begitu, alergi lebih berkurang dan kemudian hilang serta badan menjadi lebih sehat.

Selain Amezcua Geometri, QNET memiliki banyak produk lainnya. Produk tersebut dibagi menjadi 7 kategori, yaitu:

  1. Paket liburan.
  2. Produk kesejahteraan menyeluruh.
  3. Paket pendidikan.
  4. Jam tangan dan perhiasan.
  5. Produk kesehatan.
  6. Produk perawatan pribadi dan kecantikan.
  7. Produk teknologi.

Banyaknya pilihan produk QNET membuat Anda sebagai member ataupun konsumen bisa memilih produk yang Anda inginkan. Di setiap kategori produknya, QNET selalu berusaha memberikan yang terbaik. Salah satu caranya adalah dengan membuat atau mengenalkan produk baru ke pangsa pasar QNET seperti:

1.      Eternaleaf

Eternaleaf merupakan produk perawatan tubuh dari minyak buah merah. Buah merah ini sendiri memiliki anti radikal bebas yang tinggi sehingga sangat bagus untuk kulit baik pria atau wanita. Apakah sudah diuji? Tentu sudah. Eternaleaf diuji oleh Independent Laboratory of Institure Prof. Kurz, GMBH yang ada di Jerman.

Eternaleaf ini sendiri sudah ada sejak awal Agustus 2018. Awalnya, hanya di pangsa pasar Indonesia terlebih dahulu sebelum ke negara lain. Namun, animo tinggi pasar mebuat QNET sering kehabisan stok. Untuk produknya, Eternaleaf tidak hanya sebatas body lotion saja tetapi juga berbentuk sabun mandi, sampo dan kondisioner. Maka dari itu, Anda bisa memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan Anda.

2.      Jam Tangan Manchester City

Jam-Berita QNET

Seperti yang Anda ketahui bahwa QNET bekerja sama dengan Manchester City sejak 2014. QNET bekerja sama untuk menjual merchandise Manchester City secara langsung dan resmi. Di tahun 2020, QNET bekerja sama dengan Manchester City untuk peluncuran arloji dalam QNETCity Collection of Swiss Watches. Dalam koleksi ketiganya ini, jam tangan yang diluncurkan memberikan kesan yang sangat premium.

Swiss CIMIER-QNETCity dilengkapi dengan lambang biru obsidian yang identic dengan Manchester City. Di bagian plat jam, tepatnya di belakang casing terukir “Official Licensed Product Manchester City FC”. Untuk jenis Automatic Swiss Movement hanya dibuat sebanyak 1894 buah saja dengan pilihan warna hitam dan rose gold. Ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Manchester City. Sedangkan untuk jenis Quartz tersedia dalam gold dan stainless steel.

Jenis CIMIER QNETCity Automatic Watch ini dibuat oleh pengrajin di Swiss. Untuk tampilannya, jam tangan ini menggunakan 46mm body baja tahan karat yang dilapisi PVD hitam. Body juga dilengkapi beze segi delapan dengan 2 pilihan warna yaitu rose gold dan hitam. Di bagian tali, jam tangan terbaru QNET terbuat dari karet dan di bagian pinggir dilengkapi dengan jahitan warna biru. Jam tangan QNET ini juga dilengkapi dengan kaca Kristal safir anti gores. Maka dari itu, jam terbaru dari QNET ini memiliki ketahanan 100 meter.

Itulah berita QNET yang perlu Anda tahu. Jadi, QNET adalah perusahaan dengan sistem penjualan langsung ke konsumen. Namun, tetap waspada dan tanyakan secara mendetail agar Anda tidak terjebak dengan oknum yang kurang bertanggung jawab.