Aturan Emas yang Harus Ditaati di QNET - QNET

“QNET itu penipu!”

Kata-kata itu kerap kali diucapkan oleh masyarakat karena banyaknya informasi seputar QNET di berbagai media.

Mungkinkah Anda juga pernah berpikiran seperti itu? Jika iya, maka Anda jangan skip informasi yang akan saya sampaikan agar tidak terjebak dengan informasi yang kurang benar.

“Namun, bagaimana bisa informasi tersebut terus beredar di media?”

Hal tersebut terjadi karena oknum tak bertanggung jawab yang menyalahgunakan peraturan QNET. Padahal, QNET merupakan perusahaan direct selling (penjualan langsung) yang punya aturan wajib. Setiap membernya wajib mentaati peraturan tersebut.

Setidaknya ada 10 aturan emas (golden rules) yang wajib Anda tahu dan taati. Apa saja peraturannya? Simak dulu informasi penting yang saya bagikan berikut ini ya.

Memangnya, Apa Itu QNET?

Sebelum Anda men-judge kalau QNET adalah bisnis yang tidak benar, Anda perlu tahu terlebih dahulu, apa itu QNET.

QNET merupakan perusahaan dengan sistem penjualan langsung yang memiliki pusat di Hong Kong. Hingga saat ini, QNET sudah berkembang dan memiliki cabang di 25 negara dan Indonesia adalah salah satunya.

QNET menyediakan produk yang beragam, mulai dari produk kecantikan hingga kesehatan. IR (member) akan menjual produk tersebut menggunakan sistem penjualan langsung.

Namun, apa itu direct selling atau penjualan langsung? Penjualan langsung adalah sistem penjualan yang dilakukan secara langsung dengan bantuan tim.

Jadi, ketika Anda menjadi IR QNET, maka Anda akan mendapatkan keuntungan dari 2 hal, yaitu:

  1. Penjualan yang Anda lakukan.
  2. Penjualan produk dari downline.

Karena itulah, QNET menerapkan sistem penjualan langsung yang cukup menguntungkan bagi para membernya.

“Bukankah itu sama dengan skema piramida?”

Jelas berbeda! Apalagi, QNET sudah memiliki ijin untuk beroperasi di Indonesia.

Skema penjualan langsung fokus pada penjualan produk. Sedangkan skema piramida lebih fokus pada perekrutan sehingga semakin banyak yang direkrut, maka komisinya semakin besar.

“Berarti QNET sama dengan perusahaan money game!”

Pernyataan tersebut juga salah kaprah. Perusahaan money game adalah perusahaan yang menggunakan skema investasi tanpa SIUP. Perusahaan tersebut juga tidak masuk menjadi anggota AP2LI.

Jelas dalam hal ini, QNET tidak termasuk perusahaan money game. QNET menyediakan produk yang dijual langsung dan tidak menggunakan skema investasi. Bahkan QNET sudah bertahan hingga lebih dari 20 tahun.

Jadi, sudah tahu ya sistem penjualan langsung QNET itu berbeda dengan skema piramida atau money game yang kerap diberitakan.

Ingin Gabung di QNET? Perhatikan Syaratnya!

“Wah, kok sepertinya menarik? Bagaimana cara bergabungnya?”

Untuk bergabung bersama QNET, Anda perlu tahu dulu syarat bergabung di QNET, yaitu:

  • WNI berusia minimal 18 tahun.
  • Memiliki KTP ataupun identitas resmi lainnya.
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Mengisi form pendaftaran.
  • Biaya Pendaftaran

Setelah Anda mendaftar, Anda akan memperoleh akun di QNET dengan virtual office pribadi. Selain itu, Anda juga akan memperoleh bahan-bahan ilmu dan pengetahuan yang Anda perlukan untuk menjalankan bisnis QNET.

Perlu Anda perhatikan, saat mengisi form, Anda perlu menuliskan data diri yang sebenarnya termasuk rekening bank. Pemilik rekening bank untuk QNET harus sama dengan pendaftar IR QNET.

Jika berbeda, maka perlu melampirkan surat pernyataan.

Kenapa harus? Karena nantinya, QNET akan melakukan transfer komisi Anda ke nomor rekening yang terlampir. Jika pemilik rekening tidak sesuai dengan nama Anda, maka Anda sendiri yang akan rugi.

Maka dari itu, Anda perlu teliti dan memperhatikan syarat yang perlu Anda penuhi. Jangan sampai Anda terjebak oleh oknum yang menyalahgunakan peraturan ya.

Ketahui dan Patuhi 10 Golden Rules QNET!

Di QNET sendiri, terdapat 10 golden rules yang wajib untuk dipatuhi para IR-nya. Peraturan tersebut, yaitu:

  1. Jangan memeras ataupun memaksa orang saat menjual!
  2. Dilarang mencuri ataupun menipu uang yang digunakan untuk membeli produk dan penjualan!
  3. Jangan sampai salah menggambarkan skema kompensasi terutama yang mengatakan akan mendapatkan pendapatan tetap!
  4. Dilarang menjual menggunakan alasan tawaran peluang kerja dengan penghasilan yang terjamin!
  5. Jangan mengklaim bahwa QNET merupakan ‘peluang investasi’ yang mewakili suatu bisnis!
  6. Dilarang berlebihan menjanjikan manfaat produk QNET!
  7. Jangan melanggar pedopan pengoperasian dari kantor pusat!
  8. Dilarang untuk menjual produk ke anak yang masih di bawah umur!
  9. Dilarang untuk berbicara kepada media dengan mengatasnamakan QNET!
  10. Jangan mengontrol akun Quest dan Virtual Office tanpa permisi!

Peraturan di atas wajib untuk Anda ingat dan terapkan ketika Anda resmi menjadi IR QNET.

Konsekuensi Pelanggaran Golden Rules QNET

Bagaimana jika melanggar? Tentunya akan ada konsekuensi yang harus Anda tanggung.

Misalnya saat proses direct marketing, Anda menawarkan DEFY Dirt Fighter sebagai shaving foam dan pembersih wajah pria. Produk tersebut cocok untuk pria yang tinggal di tempat dengan polusi tinggi. Salah satu fungsinya adalah membuat kulit lebih awet muda, kenyal dan bebas noda.

Agar produk tersebut terjual, tentu Anda akan mengatakan keunggulan dari DEFY Dirt Fighter. Bahkan, Anda mengatakan kalau wajah pelanggan Anda akan bebas noda selamanya saat menggunakan produk tersebut.

Karena tertarik dan ingin wajah tetap bersih dan mempesona, pelanggan akhirnya membeli. Namun, beberapa saat kemudian, pelanggan merasa kecewa ketika tahu ada noda seperti flek hitam. Tidak terima wajahnya bernoda, pelanggan melaporkan QNET dan menganggap QNET itu penipu.

Anda bisa menyimpulkan, kalau karena cara pemasaran yang ‘over’ merugikan banyak pihak, yaitu Anda, QNET, pelanggan.

Contoh di atas hanya sebagian kecil dari para IR yang melanggar golden rules dari QNET.

Apakah masih banyak yang lainnya? Ya!

Setidaknya, QNET memberhentikan oknum sekitar  409 IR dari 22 negara karena penyalahgunaan kode etik QNET.

Untuk menghindari hal tersebut, maka Anda perlu bertanya hingga mendapatkan penjelasan yang jelas. Misalnya saat proses perekrutan. Jangan sampai, penjelasan yang Anda dapatkan justru asumsi-asumsi yang menjebak dan merugikan ya!

Tips Sukses Bisnis dengan QNET

Tips Sukses Bisnis dengan QNET - QNET

Ketika Anda ingin sukses bersama QNET, ada poin mendasar yang harus Anda perhatikan. Poin tersebut adalah memperhatikan dan mentaati golden rules yang sudah saya jabarkan sebelumnya.

Terlihat sepele tapi itu penting agar Anda sendiri pun tidak mengalami masalah, terutama masalah hukum.

Selain itu, Anda bisa mengikuti tips sukses direct selling berikut ini:

1. Perdalam Product Knowledge

Ketika Anda bekerja di bidang marketing (baik part time atau full time), mengetahui produk yang dijual adalah wajib. Anda perlu tahu produk apa saja yang dijual, keunggulannya apa saja bahkan kalau perlu komposisi yang digunakan.

Kenapa? Ada beberapa alasan, di antaranya:

  • Membantu konsumen lebih mengenal produk Anda.
  • Agar Anda mendapatkan pembeli lebih mudah.
  • Membantu pembuatan iklan agar lebih maksimal.

Lalu, bagaimana memahami produk? Caranya adalah mengambil sudut pandang pembeli.

Posisikan diri Anda sebagai pembeli! Kira-kira apa saja yang Anda ingin tahu dari produk tersebut. Dari sini, Anda bisa mencatat, mencari tahu dan mendalami produk yang Anda jual.

Setelah Anda benar-benar yakin, maka Anda bisa melakukan simulasi. Tujuannya agar ketika Anda berhadapan langsung dengan pembeli, Anda lebih terlihat profesional dan tidak gugup.

2. Ketahui Siapa Konsumen Anda dan Cara Penanganannya

Sebelum melakukan penjualan langsung, Anda perlu tahu lebih dahulu, siapa konsumen Anda. Apakah konsumen Anda merupakan kalangan dari kelas menengah, atas atau bawah?

Setelah itu, kelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu:

  • Cold: pihak yang baru mengenal. Dengan kata lain, calon konsumen kategori cold adalah calon konsumen awam yang perlu informasi lanjut. Karena itu, Anda perlu menjelaskan dari awal, seperti apa itu QNET, produknya dan keuntungannya.
  • Warm: kelompok konsumen atau audience yang sudah mendapatkan pengetahuan tentang produk Anda tapi belum jadi calon pembeli yang menjanjikan. Jadi, Anda perlu memberitahu dan menjelaskan lagi agar calon konsumen semakin tertarik.
  • Hot: kelompok audience yang masuk ke kategori calon pembeli potensial. Artinya, calon konsumen hot ini bukan hanya sekedar ingin produknya tapi berniat membeli.

Masing-masing kelompok di atas memiliki cara penanganan yang berbeda. Salah langkah dalam pemasaran, akan membuat marketing Anda tidak berjalan dengan baik.

Karena hal tersebut, Anda perlu mengenal konsumen Anda dengan baik.

3. Jangan Melupakan Kompetitor dan Lakukan Analisa!

Ketika Anda masuk ke dunia pemasaran, maka melakukan analisa kompetitor adalah hal wajib. Kenapa? Beberapa alasannya adalah:

  • Mengetahui strategi kompetitor.
  • Memanfaatkan strategi dan celah competitor.
  • Membuat strategi marketing baru.
  • Tidak kalah bersaing.

Karena itu, Anda perlu tahu siapa kompetitor Anda dan kemudian, Anda bisa melakukan analisa. Cari tahu keunggulan, kelemahan, peluang dan ancaman. Setelah itu, Anda bisa membuat analisa dan strategi untuk pemasaran.

4. Jangan Ragu untuk Bertanya dan Meminta Pendapat

Jangan Ragu untuk Bertanya dan Meminta Pendapat - QNET

Melakukan penjualan langsung tidak bisa sendiri. Anda perlu tim yang akan membantu Anda dari belakang.

Apakah hanya itu saja? Tentu tidak.

Tim Anda juga dapat menjadi tempat untuk berbagi. Misalnya Anda bingung kenapa kok penjualan belum ‘tembus’ juga padahal sudah sesuai strategi.

Dari situ, Anda akan mendapatkan insight dan jalan keluar agar penjualan Anda bisa lebih optimal. Karena itu, jangan ragu dan malu untuk bertanya atau meminta pendapat dari rekan tim Anda ya.

Selain itu, jangan lupa untuk mengikuti pelatihan dari QNET. Dengan begitu, bukan hanya value Anda yang meningkat, tapi Anda juga akan mendapatkan informasi yang lebih banyak.

Jadi, golden rules itu penting untuk dipatuhi apalagi jika Anda terjun dalam pemasaran direct selling. Selain itu, agar hasilnya maksimal, kombinasikan antara gigih, mau belajar, tips yang saya bagikan dengan tetap mematuhi golden rules.

Baca Juga : 7 Strategi Bisnis untuk Memasarkan Produk di Era Digital