Resolusi Tahun Baru

Tak terasa sebentar lagi kita sudah sampai di penghujung tahun 2019. Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang penghujung tahun biasanya kamu memiliki catatan mengenai berbagai pencapaian dan kegagalan di tahun 2019. Bukan cuma itu, berbagai resolusi untuk menyongsong tahun 2020 pun sudah mulai disusun. 

Sayangnya, selalu saja ada resolusi-resolusi yang pada akhirnya belum berhasil tercapai. Mengapa demikian? Ternyata menurut Julie Christopher, CEO Konsultan Bisnis International Biztuition mengatakan jika kegagalan resolusi tersebut disebabkan karena banyaknya target yang ditulis oleh seseorang. Dan hanya sekitar 9,2 persen orang yang berhasil mencapai resolusi tahun barunya dan mengubah gaya hidup. 

Supaya resolusimu tahun 2020 ini anti gagal, coba deh beberapa resolusi sederhana ini yang bisa dijadikan inspirasi.

 

1. Perhatikan asupan kalori dan konsumsi suplemen

Karena hidup hanya sekali, maka penting bagi kamu untuk menjaga asupan nutrisi dalam tubuh. Apalagi kalau kamu berusia cukup muda, memperhatikan makanan yang masuk ke tubuh itu sangat penting loh untuk mencegah datangnya penyakit di hari tua. Batasi asupan kalori yang terlalu banyak di dalam tubuh, karena kebanyakan kalori terutama saat malam dapat mengganggu kualitas tidur. 

Kamu juga bisa mulai untuk mengkonsumsi suplemen kesehatan seperti EDG3 Lifeqode dari QNET yang berfungsi sebagai antioksidan utama untuk menambah kekebalan tubuh sehingga mampu melindungi diri dari bakteri, virus, polutan, dan radikal bebas yang dapat merusak tubuh. 

 

2. Kurangi asupan makanan manis

Sebetulnya setiap orang memiliki batasan masing-masing tentang makanan manis. Ada yang mengkategorikan makanan manis seperti donat, teh, roti, es krim, dan lain-lain. Tak ada orang yang benar-benar tidak mengkonsumsi makanan atau minuman manis karena tubuh sendiri butuh asupan gula. 

Kamu bisa mulai mengurangi kebiasaan ngopi atau ngeteh yang dilakukan setiap hari. Kalau yang biasanya setiap hari coba dikurangi jadi dua hari sekali, tiga hari sekali, seminggu sekali, hingga berangsur-angsur semakin jarang. Ganti asupan gula yang masuk ke dalam tubuh dari buah-buahan seperti semangka, melon, dan buah lain yang kadar gulanya tinggi.

 

3. Olahraga

Berapa lama kamu meluangkan waktu khusus untuk olahraga setiap harinya? Apakah 1 jam, atau cuma 10 menit? Sepertinya menambah waktu olahraga bisa jadi resolusi yang baik dan tidak terlalu muluk di tahun 2020 nanti. Mengingat olahraga sendiri sangat penting demi menjaga kesehatan tubuh. 

Apalagi jika pekerjaan menuntut kamu untuk selalu berada dibalik layar dan duduk dalam waktu lama. Mulai dengan melakukan olahraga ringan seperti jogging, body workout, atau tabata yang tidak memerlukan alat. Dengan olahraga energi kamu secara otomatis akan meningkat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 

Masih merasa enggan untuk menambah jam olahraga? Imbangi dengan konsumsi suplemen yang mampu meningkatkan energi, stamina, dan daya fokus untuk bekerja. Seperti H2GO yang merupakan produk kesehatan dari QNET. Untuk mendapatkannya, kamu bisa terhubung langsung dengan QNET Indonesia atau mengunjungi website resmi QNET Indonesia.

 

4. Mengontrol Emosi

Tingkat stres yang semakin tinggi dan padatnya jadwal pekerjaan membuat seseorang umumnya jauh lebih mudah marah dan emosi. Sayangnya, sifat mudah marah atau emosi ini sangat merugikan untuk kamu. Melampiaskan emosi dan kemarahan hanya akan mengacaukan semua rencana yang sudah tersusun dengan rapi. 

Merilis emosi itu memang baik namun bukan berarti emosi tidak bisa diredam, bukan? Mulailah untuk membuat reminder mengenai hal-hal yang patut disyukuri setiap harinya. Tulis hal-hal kecil hingga besar yang sudah kamu miliki dan tidak dimiliki oleh orang lain dan patut disyukuri. Dengan lebih mudah bersyukur, kamu bisa belajar untuk meredakan emosi. 

 

5. Detox Sosial Media

Melalui sosial media kamu memang bisa dengan mudah menemukan informasi-informasi terkini. Namun terlalu lama menghabiskan waktu dengan sosial media juga bukan kegiatan yang sehat terutama untuk kondisi psikologis kamu. 

Terkadang sosial media bisa menjadi toxic yang malah membuat hidup tidak tenang. Apalagi saat melihat teman atau kerabat yang sibuk memamerkan kesenangan atau keberhasilannya di sosial media, biasanya hal ini akan membuat seseorang cenderung untuk membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Sehingga jadi kurang bersyukur dan selalu merasa kurang. Mulai 2020, coba deh kurangi intensitas menggunakan sosial media, ganti dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.