Wawancara oleh Wita Dahlan

Kisah hidup Gita ‘Tobing’ Hartanto, seorang Independent Representative QNET dari Indonesia, bukan hanya menginspirasi tapi juga contoh bahwa kerja keras selalu meraih hasil. Tobing yang dulunya penjual kopi di pasar lokal kini menjadi salah satu tokoh sukses di industri network marketing. Cari tahu tentang pengalamannya dengan QNET yang luar biasa di sini!

Kehidupan sebelum QNET

Sebelum aku mengenal QNET, aku bukan siapa-siapa. Aku tidak memiliki pekerjaan tetap, keterampilan, dan kepercayaan diri. Aku tinggal di kota kecil bernama Trenggalek, sekitar lima jam perjalanan dari Surabaya. Dulu orangtuaku pernah bermasalah dengan hutang sehingga mereka terpaksa meninggalkan kota menuju pulau yang jauh bersama saudara lelakiku. Aku ditinggalkan tanggung jawab mengurus rumah yang hendak disita oleh bank. Untuk bertahan hidup, aku berjualan kopi di pasar. Saat itu butuh perjuangan keras untuk bertahan hidup.

Bergabung QNET

Suatu hari temanku menawarkan peluang bisnis yang menurutku masih asing. Dia menjelaskan rencana kompensasi namun aku tidak mengerti. Esok hari, dia membawa upline ke rumahku dan memberi motivasi lagi. Kali ini pemahamanku jauh lebih baik. Aku bertanya terus sampai memahami dasar-dasarnya.

Aku pun menjadi bimbang karena aku benar-benar ingin menjalani peluang ini namun di sisi lain aku tidak memiliki modal. Ketika hampir putus asa, aku mendapatkan bahwa pemerintahan lokal menawarkan pinjaman lunak untuk usaha kecil. Dengan yakin, aku bersama lima temanku mengajukan pinjaman.

Sembari menunggu pinjaman disetujui, aku mengatur presentasi bisnis. Perlu kerja keras untuk mengundang lebih dari 200 orang. Saat hari itu tiba, hanya lima orang yang datang. Aku sangat malu dan kecewa sebab banyak orang mengejek dan perlahan teman-teman meninggalkanku Bahkan keluargaku menentang keinginanku bergabung dengan QNET.Aku yakin bahwa aku dapat meraih sukses dan semangat inilah yang membuatku pantang menyerah.

Setelah empat bulan, aku mendapat kabar bahwa pengajuan pinjaman disetujui. Aku segera memberi tahu teman-teman dan mengingatkan mereka bahwa uang itu akan digunakan untuk bergabung dengan QNET. Sayangnya, mereka menggunakan pinjaman untuk membeli kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Aku pergi ke Surabaya untuk menghadiri presentasi bisnis dan langsung mendaftar. Aku mengaja kakakku dan mereka mendaftar sebagai downline pertamaku. Meski sukses kecil, jalannya sangat sulit. Suatu hari, aku mendengar tentang Re-VCon di Yogyakarta. Dengan sumber daya terbatas apa pun yang bisa kami kumpulkan, aku dan kakakku menghadiri acara tersebut. Kami berjalan berjam-jam naik bus dan tidur di masjid terdekat. Re-VCon mengubah hidupku selamanya. Ketika kembali ke desaku, aku terbakar. Sejak saat itu, aku tak terbendung.

Perubahan hidup

Dengan penghasilan dari QNET, aku melunasi hutang orang tuaku dan membantu kepada saudara dan kerabat. Aku juga bisa membantu banyak orang yang telah bekerja keras selama bertahun-tahun, menghadapi prospek buntu. Kebanyakan dari mereka sekarang sukses dalam bisnis QNET. Yang membuatku bahagia adalah mengetahui bahwa downlineku mendapat penghidupan yang lebih baik.

Pengalaman di QNET telah mengubah pola pikirku. Aku percaya bahwa ada cara untuk menemukan kesuksesan jika kita mau memperjuangkannya. QNET bagiku telah menjadi jembatan untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

Rencana masa depan

Aku memiliki visi 100 Kota Sejuta Leader. Ini adalah tujuan yang aku sedang perjuangkan. Tujuan ini bukan hanya tentang uang tapi juga tentang kepemimpinan, perubahan pola pikir, membangun hubungan, dan memperbaiki cara hidup yang lebih baik.