Cara Tepat Agar Jam Tangan Sehat

Jam tangan terus berevolusi sejak diperkenalkan pertama kali pada abad ke-16 di Eropa. Awalnya jam tangan atau juga kita kenal sebagai arloji menggunakan penggerak mekanik. Seiring kemajuan teknologi jam pun mengalami perubahan seperti kita mengenal penggerak quartz movement, kemudian ke digital, dan yang terkini adalah jam tangan pintar yang terkoneksi ke smartphone.

Saat ini, jam tangan seperti sudah menjadi aksesori “wajib” bagi pria dan wanita. Bukan hanya sekedar penunjuk waktu, tak dapat dipungkiri jam tangan adalah aksesoris untuk melengkapi fashion dan menjadi penentu bagaimana karakter si pemakainya.

Yang perlu diingat, sama halnya dengan aksesori fashion lainnya semisal sepatu dan topi, jam tangan juga memerlukan perawatan agar dapat bertahan lama. Berikut ini perawatan yang kamu bisa praktekkan pada jam tangan kesayanganmu yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Membersihkan kaca jam
Inilah bagian yang sering kamu tatap dan berfungsi melindungi jarum penunjuk waktu. Bersihkan minimal sebulan sekali dengan kain yang halus untuk menghindari timbulnya kerak atau jamur. Kerak ini biasa timbul pada jam tangan yang menggunakan strap dari resin.

2. Membersihkan strap
Baik strap dari kanvas, kulit, metal atau resin yang dibiarkan dalam waktu lama berpotensi menyimpan kerak berwarna putih. Ini merupakan hasil dari keringat yang mengering. Perlu penanganan berbeda pada setiap strap. Untuk strap dari resin dan kanvas bisa dibersihkan dengan sikat gigi bekas dan sabun. Strap dari bahan metal dibersihkan dengan menggunakan alkohol. Sementara strap dari kulit dibersihkan dengan spon halus atau lap lalu setelahnya dioles dengan leather conditioner atau leather oil.

3. Simpan di tempat sejuk
Untuk menjaga jam tangan awet terutama yang menggunakan strap kulit, sebaiknya simpan jam tangan dalam kotak khusus. Kamu bisa meletakkan beberapa kantung silica gel agar jam tangan terjaga dari lembab.

4. Jangan dipakai di aktivitas berat
Tidak semua jam tangan tahan air dapat dipakai untuk aktivitas berat, misalnya menyelam. Perhatikan tingkat ketahanan terhadap air. Jam tangan yang hanya tertulis “Water Resist” hanya dapat dipakai untuk kegiatan ringan semisal saat hujan atau cuci tangan dimana air tidak bertekanan tinggi.

5. Kalibrasi jam
Apakah jarum detik pada jam tangan kamu melenceng dari posisi yang seharusnya? Ini waktu untuk kamu kalibrasi jam tanganmu. Namun jika kamu kesulitan, kamu bisa membawanya ke kios servis jam terpercaya.

Jam tangan digital yang memiliki fitur-fitur khusus seperti kompas, barometer, termometer, altimeter, dan lainnya pun mesti dilakukan kalibrasi agar tetap akurat.

6. Penggantian komponen
Jangan biarkan jam tangan mati karena kehabisan baterai dalam waktu lama. Baterai bisa mengalami kebocoran dan berisiko merusak jam tangan. Segera ganti dengan baterai baru atau jika belum ada waktu, keluarkan baterai dari jam tangan.

7. Jauhi magnet
Jam tangan yang terlalu sering terekspos ke medan magnet tersebut dapat mempengaruhi kinerjanya.

Tambahkan Komentar

Dapatkan update terkini
QBuzz Indonesia di inbox anda

Berlangganan ke milis kami.

Terima kasih untuk berlangganan

Sesuatu telah salah