7 Hal Tabu di Media Sosial Bagi Networker

Ini lebih dari sekadar bagaimana kamu stalking gebetan kamu di Facebook. Kita mungkin pernah melakukan itu. Tapi ini adalah tentang kesalahan umum yang sering dilakukan para networker di media sosial yang merusak citra mereka dan menyebabkan mitra bisnis yang potensial pergi. Apakah kamu pernah melakukannya?

1. Terlalu jualan
Ini mungkin terdengar seperti saran aneh, tetapi hindari berjualan di media sosial terus-terusan. Jangan terus menjual dan mengirim spam audiens kamu dengan berbagai produk dan peluang bisnis. Imbangi dengan posting sesuatu yang mendidik dan menginspirasi.

2. Gagal menawarkan nilai
Kenali audiens dan beri mereka alasan bagus untuk terlibat dengan kamu. Bagikan kiat berguna, kisah inspiratif, atau bahkan lelucon. Jangan meremehkan kekuatan tawa, ini sering menjadi alasan kenapa orang betah berlama-lama di media sosial.

Lakukan langkah lebih lanjut, di Facebook, kamu dapat membagi audiens ke dalam daftar yang berbeda. Sebagai contoh: keluarga, teman-teman yang-benci status update kamu, pekerjaan, prospek, penggemar Homepure, bintang emas yang potensial dan bintang berlian yang potensial. Buat postingan yang sesuai dengan daftar audiens dan beri mereka konten yang paling relevan. Daftar prospek kamu atau joiner baru idealnya harus melihat hal-hal yang berbeda dari daftar penggemar Homepure kamu.

3. Berlebihan dalam janji
Kami memahami bahwa tujuan akhir kamu adalah penjualan, baik itu penjualan produk atau pendaftaran downline baru. Namun seperti juga kampanye di pilkada, jangan berlebihan dalam memberi janji.

Jangan pernah berjanji bahwa setelah bergabung mereka akan menghasilkan banyak uang atau menjadi jutawan, atau bahwa produk yang kamu jual dapat menyembuhkan kanker atau pengganti berobat ke rumah sakit. Janji yang berlebihan hanya akan membuat kamu bermasalah di kemudian hari. Kenali produk yang kamu jual melalui pelatihan produk, webinar, materi pemasaran di Kantor Virtual, dan ikuti panduan yang diberikan.

4. Tidak menghormati audiens
Terkadang kamu melihat postingan yang mengabaikan orang lain yang memiliki pendapat berbeda dari orang yang mempostingnya. Misalnya, “Hanya yang orang-orang kalah melakukan pekerjaan 9 to 5.” Sombong itu sungguh tidak keren dan dapat membuat orang lain anti terhadap kamu.

Perlakukan audiens kamu dengan rasa hormat, hargai perbedaan dan cobalah untuk mengomunikasikan pesan kamu dengan cara yang lebih positif. Lebih baik kamu membagikan artikel atau video pendek yang menggambarkan manfaat melakukan bisnis yang kamu jalankan ketimbang menyindir keras orang lain yang berbeda dengan kamu.

Baca: 6 Cara Hadapi Berita Negatif di Media Sosial

5. Terlalu negatif
Di daftar teman Facebook kamu mungkin ada satu teman yang selalu posting hal-hal negatif, entah itu mengeluh tanpa henti tentang keadaannya, atau menulis sesuatu yang bersifat agresif tanpa benar-benar diketahui kepada siapa dia memiliki masalah.

Media sosial adalah ruang kosong di mana seseorang dapat mengekspresikan pikirannya dengan bebas. Dengan rutin memposting hal-hal negatif akan membuat audiens kamu berpikir bahwa kamu adalah orang yang negatif.

Sementara menjadi seorang wirausaha memerlukan motivasi diri dan kepositifan dalam jumlah yang cukup besar. Tulisan negatif hanya akan merefleksikan diri kamu sebagai sosok yang negatif dan membuat prospek menjauhi kamu.

6. Tidak memiliki sisi personal
Orang-orang terhubung dengan kamu di media sosial karena mereka tertarik pada kamu. Jadi, ketika membagikan produk dan peluang, berikan sentuhan pribadi. Bagikan pengalaman kamu dengan produk, bagaimana produk atau bisnis atau gaya hidup baru kamu telah mengubah hidup, keterampilan yang kamu pelajari, orang-orang yang kamu temui. Tambahkan pendapat kamu setiap kali kamu membagikan sesuatu secara online.

7. Tidak ada sisi kedekatan
Jangan posting dan tinggalkan begitu saja. Jangan abaikan komentar dan pesan. Jawab mereka. Bangun hubungan dan kepercayaan sebelum mulai berbisnis. Boleh jadi tak semua komentar positif, ada satu-dua yang negatif. Jangan berkecil hati dan jangan terlibat perdebatan online. Selalu berbesar hati dan jadilah orang yang lebih besar – online atau offline.

Jadikan media sosial sebagai wadah di mana kamu dapat menyentuh hati dan membantu menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Tambahkan Komentar

Dapatkan update terkini
QBuzz Indonesia di inbox anda

Berlangganan ke milis kami.

Terima kasih untuk berlangganan

Sesuatu telah salah