5 Kesalahan Reputasi yang Harus Dihindari

Reputasi memiliki peran penting dalam perkembangan karir. Tidak masalah jika kamu seorang pengusaha dan menjadi bos untuk dirimu sendiri, atau kamu sebagai karyawan perusahaan. Hal ini bahkan lebih penting lagi jika kamu adalah profesional pemasaran jaringan.

Warren Buffet, seorang pebisnis dan filantropis, mengatakan, “Butuh waktu 20 tahun untuk membangun reputasi dan lima menit untuk menghancurkannya. Jika Anda memikirkan hal itu, Anda akan melakukan hal-hal yang berbeda.”

Kesalahan berikut ini paling umum dilakukan yang akhirnya menghancurkan kredibilitas meski sebenarnya mudah dihindari.

Kesalahan #1 – Terlambat
Ketepatan waktu penting. Ini menunjukkan bahwa kamu menghargai waktu – diri sendiri dan orang yang kamu temui. Entah itu pertemuan tatap muka atau temu telepon, muncul tepat waktu membuat perbedaan besar. Saat kamu terlambat, kamu telah membuat kesan negatif untuk pertemuan tersebut. Alih-alih memulai pertemuan dari posisi kekuatan, kamu akan memulai dengan alasan.

Terkadang, keadaan tak terduga menghalangi dan kamu tidak bisa menghindari terlambat. Situasi seperti itu adalah pengecualian. Tapi ketika keterlambatan menjadi kebiasaan, itu berarti ada masalah pada dirimu.

Kesalahan #2 – Membuat janji berlebihan dan tidak memenuhi janji
Bila kamu akan menetapkan atau menerima tenggat waktu, pikirkanlah dengan seksama sebelum melakukan itu. Setelah kamu berkomitmen untuk itu, pastikan kamu mencapainya. Ketika kamu mengatakan bahwa kamu akan mengirim sesuatu pada suatu waktu dan kamu gagal untuk menepatinya, ini membuktikan bahwa kamu tidak dapat dipercaya.

Jangan membuat janji yang kamu tahu tidak bisa menjaganya. Tidak ada yang menurunkan kredibilitas lebih dari ketidakmampuanmu untuk menindaklanjuti kata-kata.

Dalam kasus pemasar jaringan, ini benar adanya. Jangan membuat klaim yang tidak didukung oleh perusahaan. Jangan membuat klaim tentang manfaat yang tidak masuk akal atau tidak berdasar dengan tujuan meraih penjualan. Ini adalah cara yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan bisnis. Tidak hanya merusak reputasi pribadi, namun juga mempengaruhi perusahaan yang kamu wakili secara langsung.

Kesalahan #3 – Reaksi emosional yang berlebihan
Hal-hal tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kesulitan dan kegagalan adalah bagian dari perjalanan. Reaksi kamu  yang akan menentukan apakah suatu situasi akan menjadi sebuah krisis atau tidak. Bila kamu bereaksi secara emosional daripada memiliki kesabaran untuk bekerja melalui situasi secara rasional dan logis, kamu ibarat sedang bertaruh menghancurkan jembatan bisnismu.

Bawa emosi, hati, jiwa, dan energimu ke meja, tapi lakukan itu dengan keseimbangan dan tanpa terlalu reaktif.

Setelah kamu diberi label sebagai pemarah, sulit untuk membatalkan reputasi itu dan hanya akan menghalangi prospekmu. Siapa yang mau bekerja dengan “Mr. Temperamental”?

Kesalahan #4 – Terlibat dalam gosip
Ketika kamu berbicara tentang orang lain di belakang mereka, kemungkinan orang yang kamu ajak bicara itu berpikir, “Aku ingin tahu apa yang dia katakan tentang saya saat aku tidak ada!”

Perhatikan kata-kata yang kamu pilih saat kamu berbicara tentang orang lain. Kamu benar-benar melakukan sabotase reputasi diri sendiri dan bagaimana perasaan orang tentang berbisnis denganmu.

Kesalahan #5 – Perilaku media sosial yang buruk
Hampir semua orang yang kamu kenal mungkin ada di media sosial saat ini. Media sosial telah menjadi alat komunikasi penting untuk jaringan bisnis dan pribadi. Bagaimana dan apa yang kamu ungkapkan di akun media sosial secara tersirat mendeskripsikan banyak hal tentang kamu.

Dalam dunia yang terhubung secara digital di mana orang terus-menerus membungkuk di atas smartphone dan tablet mereka, mereka mengawasi apa yang kamu lakukan secara online dan membentuk opini tentang Anda.

Sebagai profesional pemasaran jaringan, seringkali garis antara lingkaran sosial dan lingkaran bisnis menjadi buram. Inilah alasan mengapa kamu wajib berpikir sebelum memposting sesuatu secara impulsif – “Inikah yang ingin dilihat para prospek saat mereka melihat akun medial sosialku?”

Hindari penggunaan media sosial sebagai jalan keluar dari frustrasi terhadap setiap hal kecil yang tidak beres dalam hidup. Kamu perlu bertanya pada diri sendiri – Apakah ini benar-benar membantu atau justru menghancurkan reputasiku?

Reputasi adalah cerminan karakter. Lima hal di atas adalah karakteristik dasar yang menentukan citra yang kamu tampilkan. Jika kamu memikirkannya, ini semua tidaklah sangat rumit. Ini melibatkan akal sehat, sopan santun, dan adab. Sederhana saja.

Tambahkan Komentar

Dapatkan update terkini
QBuzz Indonesia di inbox anda

Berlangganan ke milis kami.

Terima kasih untuk berlangganan

Sesuatu telah salah